BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Ketua Program Studi Jurnalistik Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung, Aziz Maarif, membenarkan bahwa kematian mahasiswi berinisial AR dipicu depresi dan trauma akibat perundungan (bullying) yang dideritanya semasa SMA.
“Ibu korban bercerita bahwa anaknya stres karena bullying saat sekolah, bahkan sempat meminta pindah sekolah berkali-kali. Namun, sesudah dirayu, akhirnya korban bisa menamatkan sekolah di SMA itu,” kata Aziz, Senin (22/9/2025).
Bahkan, saat hendak memulai kuliah di UIN, hal pertama yang ditanyakan korban kepada ibunya adalah lingkungan pertemanan.
“‘Kira-kira di UIN teman-temannya baik, gak, ya? Teman-temannya kayak di SMA, gak, ya?’ Itu hal pertama yang ditanyakan korban kepada ibunya,” tutur Aziz.
Sang ibu kemudian meyakinkan anaknya bahwa lingkungan pertemanan di UIN baik karena mengusung nilai-nilai Islami.
“Akhirnya mau dia (korban) kuliah,” kata Aziz.
Baca Juga:
Gegara Trauma Perundungan, Mahasiswi UIN Bandung Bunuh Diri
Gadis yang Loncat dari Parkiran King’s Bandung Ternyata Mahasiswi UIN Bandung
Menurut Aziz, pihak kampus sebelumnya tidak mengetahui bahwa korban memerlukan pengawasan ekstra karena punya trauma bullying, karena orang tua korban belum sempat mengomunikasikan itu.
“Ibunya belum sempat bilang, keburu kejadian,” ujar Aziz.
Sebelumnya, kabar kematian AR menggemparkan jagat maya. Mahasiswi asal Universitas Islam Negeri (UIN) Bandung ini mengakhiri hidupnya dengan bunuh diri terjun bebas dari lantai 11 Gedung King Shopping Center Bandung, Senin (15/9/2025) . AR bunuh diri karena trauma dan depresi akibat perundungan semasa SMA.
(Anisa Kholifatul Jannah)










