BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tradisi budaya Cirebon kembali semarak dengan digelarnya Karnaval Muludan Gegesik pada Rabu (10/9/2025). Acara tahunan yang digelar seusai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW ini berlangsung meriah di Alun-alun Gegesik dan sekitarnya.
Karnaval dimulai pukul 09.00 WIB hingga 13.00 WIB, menampilkan atraksi budaya yang melibatkan seluruh masyarakat Kecamatan Gegesik.
Rute karnaval dimulai dari Alun-alun Gegesik, melewati Desa Gegesik Kidul, Gegesik Wetan, Panunggul, dan kembali lagi ke titik awal.
“Start dari alun-alun Gegesik, muterin desa Gegesik Kidul, Gegesik Wetan sama Panunggul, finish lagi di alun-alun,” jelas Muhammad Raihan Zaky, salah satu warga yang ikut dalam kegiatan tersebut, kepada teropongmedia.id.

Baca Juga:
13 Anak Jadi Tersangka Pembakaran dan Penjarahan di Kabupaten Cirebon
Polisi Tetapkan 28 Tersangka Perusak dan Penjarah Gedung DPRD Kabupaten Cirebon
Partisipasi Seluruh Masyarakat
Kegiatan ini bukan hanya menjadi tontonan, melainkan juga ajang partisipasi kolektif warga. Setiap RT menampilkan kreasi ogoh-ogoh buatan mereka untuk diarak keliling desa.
“Semua masyarakat kecamatan Gegesik ikut. Jadi per RT-nya bikin ogoh-ogoh, nanti pas muter keliling desa ditampilkan,” tambah Zaky.
Tak hanya warga lokal, karnaval juga menyedot perhatian pengunjung dari berbagai daerah di sekitar Cirebon. Ribuan orang terlihat memadati jalur karnaval, menyaksikan beragam penampilan yang disuguhkan.
“Sangat antusias banget, dan yang datang juga bukan hanya masyarakat Gegesik, banyak orang dari luar yang ikut melihat,” ungkap Zaky.
Selain menjadi ajang hiburan, ogoh-ogoh yang ditampilkan warga juga dinilai oleh panitia. Hadiah diberikan bagi peserta dengan karya terbaik.
“Ada penilaiannya dan ada hadiahnya. Dulu hadiahnya satu kambing, sekarang berupa uang senilai Rp5 juta,” tutur Zaky.
Karnaval Muludan Gegesik menjadi bukti kuatnya tradisi dan kebersamaan masyarakat Cirebon. Lebih dari sekadar perayaan, acara ini menjadi media perekat sosial yang mampu menarik perhatian warga hingga luar daerah.
(Hafidah Rismayanti/Budis)










