JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengumumkan rencana penambahan kuota Beasiswa TIA (The Indonesian Aid) bagi mahasiswa internasional pada tahun 2026.
Penambahan kuota Beasiswa Internasional 2026 diambil sebagai bagian dari strategi untuk meningkatkan kualitas pendidikan tinggi sekaligus memperkuat pondasi diplomasi budaya dan kerja sama global.
Direktur Kelembagaan Kemdiktisaintek, Mukhamad Najib, dalam keterangan pers menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperbanyak jumlah penerima beasiswa.
“Tahun depan jumlah penerima Beasiswa TIA akan ditingkatkan dari 175 menjadi 250 mahasiswa internasional,” ujar Najib, mengutip Antara, Selasa (4/11/2025).
Ia juga menyatakan bahwa pemerintah mendorong universitas, baik negeri maupun swasta, untuk memperluas tawaran beasiswa bagi mahasiswa asing.
Dalam kesempatan yang sama, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie, menekankan dimensi strategis dari program beasiswa ini.
Menurutnya, beasiswa tidak hanya sekadar kesempatan belajar, tetapi berfungsi sebagai jembatan pemahaman antar-budaya yang mempererat hubungan antarnegara.
“Pendidikan adalah diplomasi terbaik kita. Melalui pertukaran ilmu dan budaya, Indonesia ingin membangun masa depan dunia yang saling memahami dan menghargai,” tegas Stella.
Ia menambahkan bahwa melalui pendidikan, Indonesia menumbuhkan rasa saling percaya dan solidaritas global.
Dukungan juga datang dari Kementerian Luar Negeri. Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Arif Havas Oegroseno menyatakan bahwa kerja sama di bidang pendidikan tinggi merupakan wujud kontribusi Indonesia terhadap pembangunan global yang inklusif.
“Diplomasi pendidikan adalah bentuk nyata komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama selatan-selatan. Melalui pendidikan, kita membangun jejaring masa depan yang saling menguatkan,” ungkap Havas.
Komitmen Indonesia dalam diplomasi pendidikan dan budaya bukanlah hal baru. Sejak 2003, Indonesia telah menjalankan Program Beasiswa Seni dan Budaya Indonesia (Indonesian Arts and Culture Scholarship–IACS).
BACA JUGA
Ketahuan Dugem, Beasiswa KIP Mahasiswa UNS Dicabut
Unik! Pelajar di Wonosobo Terima Beasiswa Domba Agar Tidak Main HP
Program ikonik ini telah diikuti oleh lebih dari 1.000 alumni dari 85 negara di lima benua, menjadi sarana penting untuk memperkuat hubungan antar-masyarakat melalui pendekatan budaya.
Ke depan, Pemerintah Indonesia berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan penerima beasiswa, dengan menjangkau kawasan seperti Pasifik, Afrika, Asia Selatan, dan Eropa.
Ekspansi ini menandai tekad Indonesia untuk memainkan peran aktif dalam percaturan pendidikan global.
(Aak)











