BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pemegang sabuk juara kelas menengah UFC, Khamzat Chimaev, kembali menjadi sorotan setelah wacana kepindahannya ke kelas berat ringan (light heavyweight) mencuat ke permukaan. Banyak pihak menilai, Borz justru bisa menjadi pembeda besar jika benar-benar naik ke divisi 205 pound.
Chimaev sendiri tidak menutup kemungkinan tersebut. Tren naik kelas yang sukses dilakukan Ilia Topuria dan Islam Makhachev turut memantik ambisinya untuk mengawinkan sabuk kelas menengah dan berat ringan.
Petarung berdarah Chechnya itu bahkan beberapa kali secara terbuka melontarkan tantangan kepada juara kelas berat ringan, Alex Pereira. Keberanian Chimaev tersebut mendapat dukungan dari sesama petarung elite kelas menengah, Reinier de Ridder.
Petarung berjuluk The Dutch Knight menepis anggapan bahwa Chimaev akan kesulitan bersaing karena ukuran tubuhnya.
“Itu satu lagi. Kami langsung menepisnya. Bahwa dia terlalu kecil untuk kelas berat ringan dan akan langsung KO. Saya tidak berpikir begitu,” ujar Reinier, dikutip dari MMA JUnkie, Rabu (14/1/2026).
RDR justru melihat Chimaev sebagai ancaman unik di kelas tersebut. Menurutnya, kemampuan gulat Borz adalah senjata langka di divisi yang relatif minim petarung dengan latar belakang grappling elite.
“Saya pikir dia akan tampil sangat baik di kelas berat ringan. Kemampuan gulatnya di divisi yang minim pegulat hebat membuatnya sangat berbahaya,” tambahnya.
Baca Juga:
Khamzat Chimaev Naik Meja Operasi, Perebutan Sabuk UFC Ditunda hingga 2026
Dukungan serupa datang dari mantan juara kelas berat UFC, Jon Jones. Petarung legendaris itu menilai Chimaev memiliki ukuran dan kemampuan yang fleksibel untuk bersaing di berbagai kelas.
“Saya rasa Khamzat Chimaev bisa menang di kelas berat mana pun. Dia salah satu petarung terbaik di planet ini saat ini,” kata Jones.
Jones bahkan secara terang-terangan ingin melihat Borz berlaga di kelas berat ringan.
“Saya ingin sekali melihatnya bertarung di kelas berat ringan. Saya rasa dia akan tampil hebat melawan petarung seperti Alex Pereira dan Magomed Ankalaev.”
Menariknya, Chimaev juga menyatakan kesiapannya menghadapi Pereira jika Poatan memilih naik ke kelas berat, yang berarti Borz tidak menutup kemungkinan meloncat dua kelas sekaligus demi duel impian tersebut.
Namun sebelum semua skenario itu terwujud, Chimaev masih memiliki tanggung jawab besar: mempertahankan sabuk kelas menengah. Sejumlah penantang elite sudah menanti, mulai dari Nassourdine Imavov, Sean Strickland, Anthony “Fluffy” Hernandez, hingga potensi tanding ulang kontra Dricus du Plessis.
Imavov telah menyatakan ambisi merebut sabuk dari Borz, meski Chimaev mengaku ragu menghadapi petarung Prancis itu karena alasan personal dan kedekatan sebagai sesama muslim.
Sementara itu, Anthony Hernandez muncul sebagai kandidat kuat berikutnya setelah kemenangan atas Roman Dolidze di UFC on ESPN 72. Namun, Fluffy harus terlebih dahulu melewati Sean Strickland di UFC Fight Night 267 pada 21 Februari 2026.
Adapun Chimaev sendiri masih dalam tahap pemulihan setelah mengalami cedera kaki saat duel sengit melawan Dricus du Plessis di UFC 319. Ia diperkirakan baru kembali bertarung setelah bulan Ramadan.









