JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Serangan penyiraman air keras terhadap Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menambah daftar panjang kekerasan terhadap aktivis di Indonesia. Korban kini masih menjalani perawatan intensif di RSUP Nasional Dr. Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta, dengan kondisi luka yang tidak ringan.
Insiden tersebut menyebabkan Andrie mengalami luka bakar serius di sejumlah bagian tubuh, mulai dari wajah, leher, dada, punggung hingga kedua lengan. Namun, dampak paling mengkhawatirkan terjadi pada mata kanan korban yang mengalami trauma kimia berat.
Luka Bakar 20 Persen dan Kerusakan Mata Serius
Manajer Hukum dan Humas RSCM, Yoga Nara, menjelaskan bahwa korban tiba di Instalasi Gawat Darurat (IGD) pada Jumat dini hari dalam kondisi darurat dan membutuhkan penanganan cepat.
“Pemeriksaan menggunakan indikator pH menunjukkan adanya paparan zat kimia bersifat asam pada area luka,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (17/3/2026).
Hasil pemeriksaan lanjutan mengungkap, bahwa korban mengalami luka bakar sekitar 20 persen dari total permukaan tubuh. Selain itu, mata kanan korban mengalami trauma kimia dengan tingkat keparahan tinggi yang berdampak langsung pada fungsi penglihatan.
Kerusakan pada permukaan kornea menyebabkan penurunan tajam penglihatan, sehingga membutuhkan penanganan khusus dan berkelanjutan dari tim medis.
Penanganan Intensif dan Tindakan Medis Lanjutan
Tim dokter langsung melakukan langkah darurat dengan mencuci area luka guna mengurangi efek zat kimia. Pada bagian mata, dilakukan pembersihan jaringan yang rusak serta pemasangan membran amnion untuk melindungi permukaan mata dari kerusakan lebih lanjut.
Saat ini, Andrie dirawat di ruang High Care Unit (HCU) khusus luka bakar dengan pengawasan ketat tim medis multidisiplin, termasuk dokter spesialis mata dan bedah plastik rekonstruksi.
Penanganan yang diberikan mencakup perawatan luka intensif, pemberian antibiotik untuk mencegah infeksi, obat anti-inflamasi, serta terapi tambahan untuk menjaga tekanan bola mata tetap stabil.
Baca Juga:
Novel Baswedan Murka! Serangan Air Keras ke Aktivis Andrie Yunus Diduga Upaya Pembunuhan
Meski kondisi korban dilaporkan stabil dan tidak mengancam jiwa, proses pemulihan dipastikan akan berlangsung panjang dan kompleks. Tim medis masih memantau perkembangan kondisi korban secara berkala.
“Penanganan medis akan terus dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi pasien,” kata Yoga.
Kemungkinan tindakan lanjutan, termasuk rekonstruksi jaringan dan pemulihan fungsi penglihatan, masih terbuka tergantung respons tubuh terhadap terapi yang diberikan.
Kasus ini kembali menyoroti kerentanan aktivis dalam menjalankan perannya di ruang publik. Serangan dengan zat kimia tidak hanya meninggalkan luka fisik, tetapi juga trauma jangka panjang yang berdampak pada kualitas hidup korban.
(Dist)










