JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — UFC bersiap memasuki salah satu tahun paling ambisius dalam sejarah. Menjelang kontrak penyiaran senilai USD 7,7 miliar (sekitar Rp 128 Triliun) dengan Paramount, bos UFC Dana White bakal menghadirkan kembali konferensi pers musiman yang dulu sangat dinanti para penggemar.
Langkah ini akan menjadi pembuka dari rangkaian event besar beruntun yang akan digelar awal tahun depan, termasuk UFC 324 dan UFC 325. Dengan sejumlah petarung papan atas yang akan tampil, atmosfer panas sudah mulai terasa di Las Vegas.
UFC Libur Satu Bulan, Kembali ‘Meledak’ dengan Event Beruntun
UFC Vegas akhir pekan depan akan menjadi laga terakhir sebelum promosi tersebut memasuki jeda lebih dari sebulan. Jeda ini diperlukan untuk persiapan teknis menjelang perpindahan ke platform Paramount+.
Saat kembali, UFC langsung tancap gas dengan dua numbered event dalam dua pekan:
- UFC 324
- UFC 325
Keduanya digadang-gadang menghadirkan deretan duel kelas atas yang mampu mendongkrak hype awal tahun.
Menurut laporan Oscar Willis (The Mac Life), UFC akan membuka era baru ini dengan konferensi pers besar pada Jumat waktu setempat di Las Vegas. Formatnya disebut akan mirip dengan preskon musiman yang terakhir berlangsung pada 2023, ketika sederet momen klasik mulai dari trash talk, saling sindir, hingga tensi panas antarfighter terjadi di atas panggung.
Tahun Baru, Drama Baru: Deretan Juara dan Bintang Besar Siap Tampil di Preskon
Konferensi pers ini akan menampilkan para petarung yang berlaga pada dua event besar awal tahun.
Pada line-up UFC 324, bakal ada pertarungan Paddy Pimblett vs Justin Gaethje yang memperbutkan sabuk interim lightweight yang diprediksi memicu drama besar sejak preskon. Kemudian, pertarungan Kayla Harrison vs Amanda Nunes Duel super-fight yang menjadi perhatian utama publik setelah Nunes kembali dari masa rehat.
Sementara itu, untuk line-up UFC 325 Alexander Volkanovski bakal menghadapi Diego Lopes, rematch kontroversial yang sudah menjadi bahan perdebatan berbulan-bulan akibat hasil pertemuan pertama.
Di luar itu, beberapa nama besar lainnya juga diperkirakan hadir, termasuk Sean O’Malley yang dijadwalkan menghadapi Song Yadong di UFC 324. Tidak menutup kemungkinan perseteruan baru muncul dalam preskon ini, mengingat sejarah acara serupa sering memunculkan rivalitas tak terduga.
Baca Juga:
Arman Tsarukyan Meradang, Merasa Dikorbankan UFC Demi Proyek Besar Paddy Pimblett
Tony Ferguson Masih Penasaran dengan Khabib Nurmagomedov, Minta Duel 6 Ronde di UFC White House
UFC 323 Jadi Penutup Masa ESPN
Sebelum memasuki era Paramount+, UFC lebih dulu menggelar UFC 323 di T-Mobile Arena, Las Vegas, akhir pekan ini. Event tersebut membawa label spesial karena akan menjadi PPV terakhir UFC di ESPN. Bahkan ,berpotensi menjadi PPV terakhir sepanjang sejarah seiring kesepakatan baru yang bakal mengubah sistem distribusi.
Dengan status penting itu, UFC 323 didesain sebagai double-header world title weekend, sebuah penutup megah sebelum pintu era baru terbuka.
Paramount+ Diprediksi Bawa Wajah Baru UFC
Kesepakatan bernilai 7,7 miliar dolar AS yang dijalin UFC dengan Paramount+ disebut sebagai salah satu langkah paling revolusioner. Dengan akses distribusi global, fitur digital baru, hingga kemungkinan perubahan format konten, UFC diyakini tengah bersiap menuju fase modernisasi besar-besaran.
Mengembalikan preskon musiman menjadi bagian dari langkah menghidupkan kembali aura spektakuler yang selama beberapa tahun terakhir sempat pudar.
Dengan tiga pertarungan perebutan sabuk, sederet bintang besar, serta agenda monumental menyambut kontrak penyiaran baru, UFC mengawali 2026 (dan akhir 2025) dengan gebrakan besar.
Preskon musim dingin edisi 2025 ini hampir pasti akan menciptakan momentum panas baik dari sisi promosi maupun drama antarpetarung yang bakal menjadi pembuka dari tahun paling monumental dalam sejarah UFC.
(Dist)











