BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Islam Makhachev tidak hanya pulang dari UFC 322 dengan sabuk baru di pinggangnya, ia juga pulang membawa kembali status paling prestisius di dunia MMA, yakni petarung nomor satu di ranking Pound-for-Pound (P4P) UFC.
Rabu (19/11/2025) pagi WIB, UFC merilis pembaruan resmi ranking P4P usai gelaran UFC 322, dan nama Makhachev kembali berada di puncak.
Kemenangan gemilangnya atas sang juara welter, Jack Della Maddalena, membuat takhta itu kembali berpindah tangan. Setelah sempat ditempati Ilia Topuria, kini Makhachev kembali menegaskan dirinya sebagai penguasa absolut lintas divisi UFC.
Di Madison Square Garden, New York, Minggu (16/11/2025) siang WIB, Makhachev tampil tanpa cela. Lima ronde penuh ia kunci keunggulan, membuat Jack Della Maddalena tak bisa berbuat banyak. Tiga juri sepakat memberikan skor telak 50-45 untuk kemenangan mutlak sang petarung Dagestan.
Kemenangan ini bukan sekadar sukses merebut sabuk welterweight dari JDM. Lebih jauh, hasil ini mengukuhkan Makhachev sebagai salah satu petarung paling berbahaya dalam sejarah UFC, karena kini ia menyandang gelar juara di dua divisi berbeda, lightweight dan welterweight.
Prestasi besar inilah yang membuat UFC tidak bisa menahan diri. Peringkat P4P bergeser, dan nama Makhachev kembali berada di posisi yang menurut banyak pihak, memang sudah sewajarnya ia tempati.
Ilia Topuria, yang sebelumnya menjadi sorotan sebagai juara dua divisi featherweight dan lightweight, kini harus rela turun ke posisi kedua.
Sosok yang sempat disebut sebagai penerus era baru UFC itu tidak bisa menahan laju Makhachev yang datang dengan kemenangan paling menentukan sepanjang kariernya.
Baca Juga:
Islam Makhachev Jadi Raja Dua Divisi UFC, Lampaui Khabib
Empat besar P4P kini dihuni nama-nama yang tengah berada di masa keemasannya:
- Islam Makhachev
- Ilia Topuria
- Merab Dvalishvili
- Khamzat Chimaev
- Alexandre Pantoja
Topuria memang turun satu tingkat, tetapi Jack Della Maddalena merasakan dampak yang lebih pahit. Kekalahan di UFC 322 membuatnya melorot ke posisi kesembilan, digusur Tom Aspinall yang naik ke peringkat delapan.
Bagi Makhachev, naik ke puncak ranking P4P bukan sekadar angka. Itu adalah perjalanan panjang, mimpi yang ia bawa sejak masih menjadi anak didik Khabib Nurmagomedov, mimpi yang kini ia genggam kuat bersama dua sabuk kejuaraan UFC.
Dengan status baru ini, Makhachev sudah resmi mengukuhkan diri sebagai “petarung terbaik di planet ini”, gelar yang bahkan tidak pernah disandang Khabib.
(Budis)











