KPK Periksa Empat PNS Kemenaker, Usut Aliran Rp 81 Miliar di Skandal Sertifikasi K3

k3 kemnaker. OTT KPK Banten
Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo. (dok. KPK)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memperluas penyidikan dugaan pemerasan oleh dalam pengurusan sertifikasi keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker).

Empat pegawai negeri sipil (PNS) Kemenaker dipanggil sebagai saksi untuk mengurai aliran uang dan pola pungutan yang diduga dikendalikan oleh mantan Wakil Menteri Ketenagakerjaan, Immanuel Ebenezer alias Noel.

Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan pemeriksaan dilakukan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, pada Senin (24/11/2025). Keempat PNS yang diperiksa adalah Ika Sri Wulandari, Situ Maemunah, Muzakir, dan Gumilang Wibiksana.

Meski belum merinci materi pemeriksaan, Budi menegaskan bahwa penyidik fokus menggali keterkaitan para saksi terhadap dugaan praktik pemerasan, termasuk apakah mereka mengetahui atau terlibat dalam proses penarikan dana yang melenceng dari aturan raesmi.

Modus Pemerasan: Tarif Naik Puluhan Kali Lipat

Kasus ini mencuat setelah KPK mengungkap adanya praktik pemerasan terhadap pihak yang mengurus sertifikasi K3. Tarif resmi sebesar Rp 275.000 diduga dinaikkan hingga menjadi sekitar Rp 6 juta melalui berbagai cara mempersulit proses administrasi.

Mereka yang tidak mau membayar lebih disebut-sebut dipersulit atau diperlambat hingga berbulan-bulan. Praktik ini berlangsung sejak 2019 dan menghasilkan dana ilegal dalam jumlah besar.

Dalam proses penyidikan sebelumnya, KPK menetapkan 11 tersangka, termasuk Noel. Dari hasil pungutan, total uang yang terkumpul mencapai sekitar Rp 81 miliar.

Salah satu tersangka bernama Irvian disebut menerima bagian terbesar, mencapai Rp 69 miliar. Sementara Noel diduga menerima sekitar Rp 3 miliar dan satu unit motor Ducati.

Penggeledahan lanjutan terhadap kediaman Noel menemukan empat ponsel serta empat kendaraan mewah: Toyota Alphard, Toyota Land Cruiser, BAIC, dan Mercedes-Benz.

Baca Juga:

Polemik PBNU Memanas, Gus Yahya: Para Kiai Sepuh Bakal Berkumpul di Lirboyo

PBNU Mendadak Copot Charles Holland Taylor, Terkait Isu Zionisme?

KPK Pastikan Penyidikan Akan Diperluas

KPK menegaskan bahwa penyidikan belum selesai. Penyidik akan menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain di internal Kemenaker maupun jaringan eksternal yang mungkin menikmati aliran dana hasil pemerasan.

“Penyidikan akan terus diperluas untuk mengungkap seluruh pihak yang diduga terlibat,” kata Budi.

Penyidik juga menelusuri apakah uang Rp 81 miliar itu mengalir ke pejabat lain, pihak swasta, atau digunakan untuk kepentingan tertentu di luar mekanisme jabatan.

Kasus ini menjadi salah satu skandal terbesar di sektor ketenagakerjaan, terutama karena menyangkut integritas proses sertifikasi keselamatan kerja yang seharusnya melindungi para pekerja, bukan dijadikan ladang keuntungan oknum pejabat.

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

5

Jadwal Adzan Magrib Lombok Hari Ini 17 Maret 2025
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru