CIREBON, TEROPONGMEDIA.ID — Tahun ajaran 2025/2026 menjadi era krisis siswa baru bagi sejumlah sekolah swasta di Kota Cirebon, Jawa Barat, terutama di jenjang SMK dan SMP.
Data terbaru menunjukkan penurunan drastis jumlah pendaftar, dengan beberapa sekolah hanya memperoleh satu siswa baru.
Mengutip postingan Instagram Cirebon Banget, Kamis (17/7), SMK RISE dan SMK Pakungwati menjadi contoh nyata, masing-masing hanya menerima satu murid. Sementara itu, SMK Widya Utama mencatat empat pendaftar, dan sejumlah sekolah lain berada di kisaran di bawah 20 siswa.
Kondisi serupa dialami SMP swasta. Kepala SMP Kartika Siliwangi XIX-4 Kota Cirebon mengungkapkan, hingga pertengahan Juli, sekolahnya baru mendaftarkan 14 calon siswa. Padahal, idealnya dibutuhkan tiga rombongan belajar (kelas) untuk memenuhi kapasitas.
Akibat krisis calon siswa baru ini, beberapa sekolah bahkan sudah meniadakan iuran bulanan dan hanya mengenakan biaya untuk kegiatan tambahan, tetapi tetap sulit menarik minat orang tua.
Kendala lain adalah belum adanya petunjuk teknis dari Kementerian Pendidikan mengenai implementasi sekolah gratis untuk swasta.
BACA JUGA
Mendikdasmen: Sekolah Sepi Peminat Bakal Dievaluasi
Sejumlah Sekolah Swasta di Purwakarta Terancam Tutup, Gegara Kebijakan Pemprov Jabar
Hal ini membuat banyak sekolah swasta kesulitan bersaing dengan sekolah negeri yang sudah mendapat dukungan penuh dari pemerintah.
Fenomena ini memicu kekhawatiran akan semakin terpinggirkannya pendidikan swasta di tengah dominasi sekolah negeri.
Para pelaku pendidikan berharap adanya intervensi kebijakan untuk menyeimbangkan kondisi ini sebelum berdampak lebih luas pada keberlangsungan sekolah-sekolah swasta di daerah.
(Aak)











