SURABAYA, TEROPONGMEDIA.ID – Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surabaya (FK UMSURA) berhasil menciptakan inovasi alat pemantau gula darah non-invasif berbasis teknologi digital bernama GENDHIS (Glucose Easy Non-Invasive Daily Checker and Insight System). Inovasi ini dihadirkan sebagai solusi modern dalam membantu pengelolaan diabetes melitus yang lebih praktis dan berkelanjutan.
GENDHIS merupakan sistem pemantauan kadar glukosa darah yang terintegrasi dengan aplikasi mobile dan teknologi Internet of Things (IoT). Alat ini memungkinkan pengguna memantau kondisi gula darah secara real-time melalui ponsel pintar.
Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim mahasiswa FK UMSURA yang terdiri dari Indra Bayu Suta, Nabila Sarah Shafira, Aurellya Shafa Helsana, dan Mochamad Reza Irmansyah, dengan bimbingan Dr. dr. Nurma Yuliyanasari, M.Si dan dr. Detti Nur Irawati, Sp.PD-FINASIM.
Baca Juga:
Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation
Salah satu anggota tim, Nabila Sarah Shafira, mengatakan GENDHIS lahir dari keprihatinan terhadap rendahnya kepatuhan pasien diabetes dalam melakukan pemantauan gula darah secara rutin. Menurutnya, metode pemeriksaan yang dinilai kurang praktis serta pencatatan data yang belum terintegrasi menjadi kendala utama.
“GENDHIS kami rancang agar pasien bisa memantau kadar glukosa secara real-time melalui ponsel. Harapannya, pasien lebih sadar terhadap kondisi kesehatannya dan tidak menunda kontrol karena prosesnya dibuat sederhana dan nyaman,” ujar Nabila, melansir laman resmi Umsura, Jumat (9/1/2026).
Ia menjelaskan, aplikasi GENDHIS tidak hanya menampilkan angka kadar glukosa, tetapi juga dilengkapi grafik tren, pengingat konsumsi obat, serta fitur edukasi kesehatan. Fitur-fitur tersebut dirancang untuk membantu pengguna memahami kondisi tubuhnya dan mengambil langkah pencegahan secara mandiri.
Dengan pendekatan tersebut, GENDHIS diharapkan mampu mendorong perubahan perilaku pasien menuju manajemen diabetes yang lebih disiplin dan berkelanjutan.
Sementara itu, dosen pembimbing dr. Nurma Yuliyanasari menilai GENDHIS sebagai inovasi kesehatan digital yang relevan dengan kebutuhan masyarakat, khususnya dalam penanganan penyakit kronis seperti diabetes.
“GENDHIS dikembangkan dengan pendekatan patient-centered care. Aplikasi ini memudahkan pasien sekaligus membuka ruang kolaborasi dengan keluarga dan tenaga medis melalui data yang terdokumentasi dengan baik dan aman,” jelas Nurma.
Menurut dr. Nurma, keunggulan GENDHIS terletak pada integrasi sensor glukosa dengan aplikasi berbasis IoT melalui sistem nirkabel. Data pemeriksaan dapat dikirim dan ditampilkan secara real-time, sehingga memungkinkan deteksi dini serta pengambilan keputusan medis yang lebih cepat.
“Inovasi seperti ini penting untuk menjawab tantangan tingginya angka diabetes di Indonesia. Harapannya, GENDHIS tidak berhenti sebagai produk inovasi kampus, tetapi terus dikembangkan hingga memberi dampak nyata bagi masyarakat,” pungkasnya.











