Marak Praktik Ilegal, 90 Persen Produsen Perhiasan Tak Bayar Pajak

Produsen perhiasan ilegal
Ilustrasi (Pinterest)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Asosiasi Produsen Perhiasan Indonesia (APPI) menungkap maraknya praktik ilegal yang dilakukan oleh produsen perhiasan. Bahkan, sekitar 90 persen produsen perhiasan yang saat ini beroperasi tidak menyetor pajak.

Hal ini diungkap asosiasi saat melakukan pertemuan dengan Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis (23/10/2025). Asosiasi pun mengusulkan Menkeu untuk mengubah kebijakan terkait skema pungutan pajak perhiasan.

“Mereka minta kita menyesuaikan kebijakan yang berhubungan dengan produsen perhiasan yang dianggap ilegal,” ujar Purbaya, melansir Antara, Kamis (23/10/2025) .

Purbaya menjelaskan bahwa Asosiasi mengadu soal kendala di kalangan produsen perhiasan. Termasuk maraknya produsen perhiasan yang menjalankan aktivitas tanpa pemenuhan administrasi yang lengkap atau ilegal.

Saat ini, banyak produsen perhiasan yang tidak menyertakan dokumen pembelian atau surat keterangan pembelian, sehingga aktivitas penjualannya ke toko-toko emas tidak terpantau dan tidak disertai penyetoran pajak.

Kondisi ini membuat penerimaan negara dari sektor perhiasan tidak optimal dan menciptakan ketimpangan antara pelaku usaha legal dan ilegal.

Baca Juga:

Lindungi Industri Tekstil Pemerintah akan Tindak Tegas Importir Pakaian Bekas, Bisnis Thrifting Terancam!

Rugikan Kas Daerah, Pemkab Bandung Sikat Habis Reklame Ilegal

Adapun sesuai Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 48 Tahun 2023, total beban pajak atas emas perhiasan mencapai sekitar 3 persen, terdiri atas 1,1 persen di tingkat produsen dan 1,6 persen PPN di tingkat konsumen akhir.

Asosiasi menilai skema saat ini mempersulit pengawasan, mengingat sebagian besar produsen ilegal tidak memungut dan menyetor pajak pertambahan nilai (PPN) saat menjual produknya ke toko emas.

Untuk menutup celah tersebut, asosiasi mengusulkan agar pungutan pajak dipusatkan di produsen, bukan di konsumen, sehingga transaksi bisa lebih mudah diawasi.

“Jadi usul mereka adalah semuanya dikerahkan 3 persen (di produsen). Jadi yang konsumen enggak bayar lagi, di pabrik-pabriknya aja. Jadi kita bisa kendalikan lebih cepat,” tutur Purbaya.

Purbaya menyambut positif usulan tersebut, terlebih jika bisa meningkatkan pendapatan negara, sekaligus menekan praktik ilegal di sektor perhiasan.

“Jadi minta treatment gimana caranya supaya bayar PPN-nya bukan di konsumen aja, tapi langsung di perusahaan-perusahaan itu. Saya pikir ya kalau memang bisa naikin income saya naikin aja. Jadi yang konsumen gak bayar lagi, di pabrik-pabriknya aja. Jadi kita bisa kendalikan lebih cepat,” ucapnya.

(Raidi/Budis)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
library_upload_21_2022_09_kroasia_68dcdef
Prediksi Skor Kroasia vs Belgia, Duel Dua Raksasa Eropa di Stadion Rujevica
duel-senegal-kolombia5_ratio-16x9
Prediksi Skor Kolombia vs Kosta Rika, Los Cafeteros Bidik Kebangkitan di El Campin
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan Ekspresi Seni Masyarakat
Pameran Pojok Carita di Kiara Artha Park, Farhan: Ekspresi Seni Masyarakat
WhatsApp Image 2026-05-31 at 18.57
Pemkot Bandung Edukasi Warga Pentingnya Cegah Kebakaran Sejak Dini
andrea-kimi-antonelli-test-mercedes-amg-f1-sl-2024-1067608
Kimi Antonelli Unggul 43 Poin, Juan Pablo Montoya Ingatkan Bahaya Terlalu Cepat Berpuas Diri
Berita Lainnya

1

Viral di TikTok, Ini Lirik Lagu Inggris "Forever Young" dari Alphaville

2

Lirik Lagu Laut - Midnight Serenade, OST Perayaan Mati Rasa

3

Iphone Inter Itu Apakah Original? Simak Penjelasannya!

4

Apa Sih Speeding Motor? Ini Artinya, Bikers Wajib Tahu!

5

Selain Al-Jabbar, Berikut 5 Daftar Wisata Religi di Bandung
Headline
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Ajukan Status Darurat Sampah, Pemkot Bandung Minta Dukungan Pemprov Jabar
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Penataan Terminal Cicaheum, Dialog dengan Pedagang dan Operator Angkutan Diintensifkan
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
Farhan Sebut Kiprah Persib di ACL Two Bisa Jadi Momentum Emas Bandung Mendunia
23DECEMBER25_HIC_Xmas_wishlist_in_the_buildup_to_Egypt_vs_South_Africa_16-9
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Nicaragua, Tim Bafana Incar Kemenangan Meyakinkan di Johannesburg