BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Keunggulan Lando Norris di puncak klasemen F1 2025 resmi tergerus usai Grand Prix Qatar. Dari posisi aman, selisih Norris kini hanya 12 poin dari Max Verstappen, membuka kembali pertarungan dramatis menuju seri penutup di Abu Dhabi.
Drama tersebut bermula dari keputusan strategis McLaren yang justru membuat peluang Norris dan Oscar Piastri melemah, sementara Max Verstappen tampil sempurna untuk meraih kemenangan ketujuhnya musim ini.
Ketika Safety Car turun di fase penting balapan, hampir semua pebalap memilih berhenti untuk pit stop wajib. Namun McLaren mengambil keputusan berbeda, mereka tetap membiarkan Norris dan Piastri di lintasan.
Keputusan itu terbukti mahal. Dengan aturan dua kali pit stop wajib, McLaren terpaksa melakukan pit stop di tengah balapan saat bendera hijau berkibar, membuat kedua pebalapnya kehilangan posisi vital. Norris makin terjepit dalam pertarungan gelar, sedangkan Piastri kehilangan kesempatan menekan Verstappen untuk merebut kemenangan.
Baca Juga:
Jalan Terakhir Max Verstappen Mengejar Gelar Dunia Kelima di Enam Seri Penentu Formula 1 2025
Red Bull tampil tanpa cela. Verstappen dan tim membuat keputusan cepat untuk melakukan pit stop di bawah Safety Car, mengunci keuntungan strategis sejak pertengahan balapan.
Selepas balapan, Verstappen menyampaikan kegembiraannya atas keputusan tim yang sangat tepat.
“Ini balapan yang luar biasa bagi kami. Kami membuat keputusan yang tepat sebagai tim untuk mengunci di bawah Safety Car. Itu tindakan yang cerdas. Kami terus berjuang sampai akhir. Luar biasa!” ucap Max, dikutip dari Formula1, Senin (1/12/2025).
Kemenangan di Qatar menandai kebangkitan Verstappen di akhir musim setelah beberapa seri yang tidak mudah. Momentum ini membuat dirinya kini menjadi ancaman terbesar Norris menjelang penentuan gelar di Abu Dhabi.
Dengan hanya 12 poin memisahkan keduanya, Abu Dhabi akan menjadi laga final yang getir bagi McLaren dan Norris. Verstappen berada di puncak momentum, sementara McLaren harus memastikan keputusan strategis tidak kembali merugikan mereka.
Pertarungan gelar yang semula terlihat nyaman bagi Norris kini berubah menjadi duel sengit yang bisa ditentukan oleh strategi sekecil apa pun di seri terakhir.
(Budis)










