BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kemenangan Charles “Do Bronx” Oliveira di UFC Rio menyimpan kisah mengejutkan di balik sorotan cahaya dan sorak penonton Brasil yang memadati arena.
Petarung asal São Paulo itu tampil garang di hadapan publiknya sendiri pada Sabtu atau Minggu (12/10/2025) waktu Indonesia. Menghadapi Mateusz Gamrot yang menggantikan Rafael Fiziev Oliveira hanya membutuhkan dua ronde untuk mengunci kemenangan lewat cekikan khasnya.
Namun di balik kemenangan gemilang tersebut, terselip cerita pilu yang hampir membuatnya menutup karier. Mantan juara dunia UFC itu mengaku sempat berpikir untuk pensiun setelah kekalahan menyakitkan dari Ilia Topuria pada Mei lalu.
“Sobat, momen kekalahan itu membuat saya berpikir untuk pensiun,” ujar Oliveira, dikutip dari Essentially Sports.
“Banyak hal yang sudah saya lalui… Banyak kemenangan yang sudah saya bukukan… Jadi, saat hal semacam itu terjadi, maka Anda pasti akan kepikiran untuk ke sana. Kemudian, saya mengambil ponsel dan melihat apa yang orang-orang katakan,” lanjutnya.
“Orang-orang bilang bahwa mereka menyukai saya dan saya harus kembali. Saya pun bergumam: ‘Apa yang harus saya lakukan?’ Saya ingin kembali. Saya ingin berada di sana lagi,” sambung Oliveira.
BACA JUGA:
Kuncian Charles Oliveira Musnahkan Gamrot di Ronde 2, UFC Rio 2025 Dihujani KO Brutal
Charles Oliveira Dukung Alex Pereira Hancurkan Jon Jones di UFC Gedung Putih
Kekalahan dari Topuria memang sempat mengguncang mentalnya. Bagi Do Bronx, kekalahan itu berarti kembali mengubur impian untuk merebut sabuk juara kelas ringan UFC yang pernah menjadi miliknya.
Namun segalanya berubah setelah ia menundukkan Gamrot di tanah kelahirannya sendiri. Semangatnya kembali berkobar. Tak lama usai duel, Oliveira bahkan menantang Max Holloway untuk bertarung memperebutkan sabuk BMF.
“Hei! Hunter, Charles Oliveira lawan Max Holloway,” katanya.
“Duel untuk gelar BMF! Mari kita lakukan,” tambahnya.
Dengan kemenangan itu, Oliveira kini menorehkan catatan impresif: 36 kemenangan, 11 kekalahan, dan satu no contest. Ia juga mempertajam rekor kuncian terbanyak dalam sejarah UFC menjadi 17 kali membuktikan bahwa jiwa juang Do Bronx belum padam.
(Haqi/_Usk)











