BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa keselamatan jemaah menjadi prioritas utama pemerintah di tengah dinamika konflik kawasan Timur Tengah.
Ia menyampaikan bahwa seluruh kebijakan terkait penyelenggaraan haji mengacu pada arahan langsung Presiden, yang menempatkan aspek keamanan sebagai pertimbangan utama.
“Apapun keputusan yang diambil, keselamatan jemaah adalah prioritas,” ujarnya.
Untuk memastikan kondisi tetap terkendali, pemerintah terus melakukan koordinasi intensif dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia, otoritas haji Arab Saudi, serta perwakilan Indonesia seperti Kedutaan Besar Republik Indonesia dan Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Jeddah.
Hingga saat ini, situasi dinilai masih kondusif dan tidak menghambat rencana keberangkatan jemaah.
Meski demikian, pemerintah telah menyiapkan berbagai skenario alternatif, termasuk kemungkinan perubahan jalur penerbangan hingga opsi penundaan jika situasi memburuk.
“Kami sudah menyiapkan berbagai kemungkinan, termasuk perubahan rute atau penyesuaian jadwal,” jelasnya.
Selain aspek keamanan, pemerintah juga memastikan bahwa kenaikan biaya operasional, termasuk harga avtur, tidak akan dibebankan kepada jemaah.
“Tidak ada tambahan biaya bagi jemaah, satu persen pun tidak,” tegas Irfan.
Baca Juga:
Fasilitas Hotel Jemaah Haji Indonesia Dekat Masjid Nabawi
Jadwal Keberangkatan dan Tahapan Haji 2026
Jemaah haji Indonesia dijadwalkan mulai masuk asrama pada 21 April 2026, sebelum diberangkatkan secara bertahap ke Arab Saudi.
Fase keberangkatan dimulai pada 22 April 2026 untuk gelombang pertama menuju Madinah, disusul gelombang kedua ke Jeddah mulai 7 Mei 2026.
Puncak ibadah haji akan berlangsung pada 25–30 Mei 2026, dimulai dari pergerakan ke Arafah hingga rangkaian Hari Tasyrik.
Sementara itu, fase pemulangan dijadwalkan berlangsung mulai 1 Juni hingga 1 Juli 2026 secara bertahap.
Dengan kesiapan teknis dan pengamanan berlapis, pemerintah optimistis penyelenggaraan ibadah haji tahun ini tetap berjalan lancar meski di tengah situasi geopolitik yang dinamis.











