BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Mahasiswa Universitas Udayana (Unud) Bali, Timothy Anugerah Saputra (22), ditemukan jatuh dari lantai empat gedung FISIP Unud, Denpasar, pada Rabu (15/10/2025) sekitar pukul 09.00 Wita.
Korban sempat dilarikan ke IGD RSUP Sanglah dan masih dalam keadaan sadar sebelum akhirnya meninggal dunia.
Ibu korban, Sharon (48), mengaku mendapat panggilan telepon dari pihak kampus sekitar pukul 09.30 Wita dari dosen pembimbing skripsi anaknya, bernama Wahyu, yang meminta agar segera datang ke rumah sakit.
“Pak Wahyu hanya bilang, ‘Ibu segera ke IGD Sanglah sekarang.’ Saya tidak tahu apa-apa, hanya langsung berangkat,” ujarnya dalam podcast Denny Sumargo dikutip, Jumat (24/10/2025).
Sesampainya di IGD, korban masih dalam kondisi sadar dan sempat berbicara dengannya.
“Waktu saya datang, Timmy (panggilan Timothy) sedang diobservasi. Dia masih buka mata, tubuhnya utuh meski ada patah di bagian tertentu. Dia sempat ngomong beberapa hal,” kata sang ibu.
Sang ibu sempat menanyakan dari lantai berapa putranya jatuh, setelah mendengar informasi simpang siur antara lantai dua dan tiga.
“Saya tanya langsung ke Timmy, ‘Dari lantai berapa kamu jatuh?’ Dia jawab, ‘Lantai empat, Mami,’” katanya.
Menurut penuturan ibunya, selama proses observasi awal, Timmy masih responsif. Ia bahkan membantu tim medis saat korban hendak menjalani rontgen untuk memastikan posisi patah tulang di bagian tubuh tertentu.
“Dia tidak mengeluh sakit, tetapi saya tahu dia kesakitan. Saya hanya terus pegang tangannya dan bilang, ‘Timmy, pegang tangan Tuhan Yesus, ya,’” ujarnya.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan dan rontgen, kondisi Timmy dikabarkan memburuk, akhirnya tim medis menyatakan korban meninggal dunia.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Ariasandy mengatakan, korban diketahui terjatuh dari lantai empat gedung FISIP. Namun, penyebab pasti di balik tindakan tersebut masih dalam tahap penyelidikan pihak kepolisian.
“Dugaan sementara, korban melompat dari lantai empat dan kemungkinan besar melakukan tindakan bunuh diri. Namun, kami belum bisa menyimpulkan apa pun saat ini. Proses pemeriksaan masih berjalan. Tim siber tengah menelusuri isi ponsel serta laptop milik korban untuk mencari petunjuk. Setelah analisis selesai, barulah kami dapat menentukan apakah peristiwa ini mengandung unsur pidana, kecelakaan, atau murni tindakan bunuh diri,” jelasnya.
Keterangan CCTV yang Berbeda
Kasus kematian mahasiswa jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Udayana (Unud) bernama Timothy Anugerah Saputra (22) masih menyisakan tanda tanya publik.
Perbedaan keterangan antara pihak kepolisian dan pihak kampus terkait kondisi CCTV di lantai empat gedung FISIP, tempat korban terjatuh, kini menjadi sorotan.
Pihak kepolisian menyebut CCTV di lantai empat sudah rusak sejak tahun 2023, sementara pihak kampus menegaskan perangkat tersebut masih berfungsi dengan baik.
Kapolsek Denpasar Barat Kompol Laksmi Trisnadewi menjelaskan, hasil penyelidikan menunjukkan CCTV di lantai empat tidak berfungsi. Hal itu, telah dikonfirmasi ke pihak kampus saat proses pemeriksaan.
“Korban jatuh dari lantai empat. Menjawab pertanyaan ayah korban soal rekaman CCTV, kami sampaikan bahwa CCTV di lobi atau pintu masuk berfungsi dan merekam saat korban datang serta saat terjatuh. Namun, CCTV di lantai empat rusak, dan kami sudah berkoordinasi dengan pihak kampus. Diperkirakan kerusakannya sejak tahun 2023,” ujar Kompol Laksmi di Denpasar, Senin (20/10/2025).
Ia menambahkan, terdapat tiga saksi yang melihat korban sebelum terjatuh.
“Saksi melihat korban keluar dari lift, lalu berjalan dan duduk di lokasi tempat ditemukan tas dan sepatu korban. Karena para saksi tidak saling kenal, mereka tidak menaruh curiga dan membiarkan korban sendirian,” ucapnya.
Baca Juga:
Rencana Studi Mahasiswa Unud Timothy yang Meninggal, Ingin Punya Teman
Mahasiswa Unud yang Terlibat Perundungan Kematian Timothy Terancam DO
Namun, pernyataan berbeda disampaikan pihak Universitas Udayana. Ketua Unit Komunikasi Publikasi Unud Dewi Pascarini membantah pernyataan polisi tersebut. Ia menyebut CCTV di lantai empat masih berfungsi dan memiliki tangkapan gambar.
“Enggak benar itu. Polisi yang bilang rusak. Saya sudah cek sendiri, hasilnya ada tangkapan CCTV-nya,” tegas Dewi.
Perbedaan keterangan ini memunculkan kontroversi baru dalam kasus kematian mahasiswa tersebut dan menimbulkan pertanyaan publik mengenai keberadaan serta fungsi CCTV yang bisa membantu mengungkap penyebab kejadian.
(Anisa Kholifatul Jannah)











