BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Rumor besar mulai berembus di paddock Formula 1. Oscar Piastri, bintang muda yang disebut-sebut sebagai permata masa depan McLaren dikabarkan tengah melirik peluang di luar tim oranye untuk musim 2027.
Laporan media Swiss BLICK menyebut Piastri “mengincar” Maranello sebagai destinasi potensial setelah kontraknya bersama McLaren berakhir pada akhir musim depan.
Langkah ini disebut bisa mengguncang keseimbangan pasar pembalap F1, terutama karena tahun 2027 diprediksi menjadi musim perombakan besar ketika regulasi baru mulai menemukan ritmenya pasca-2026.
Untuk saat ini, Piastri dan Lando Norris masih menjadi duet muda paling menjanjikan di grid. Namun, di balik citra harmonis McLaren, kabarnya tersimpan ketegangan kompetitif.
Piastri disebut ingin keluar dari bayang-bayang Norris dan membuktikan dirinya bisa menjadi the main man, sesuatu yang mungkin lebih mudah ia dapatkan di Ferrari.
Sementara itu, Ferrari juga berada di persimpangan jalan. Charles Leclerc semakin frustrasi dengan performa tim yang stagnan, dan belum mampu memberinya mobil penantang gelar sejak debut pada 2019.
Delapan kemenangan dalam enam musim jelas bukan hasil yang ia bayangkan ketika bergabung dengan tim legendaris Italia itu.
Di sisi lain, Piastri mulai menunjukkan performa matang. Sejak mendapat mobil kompetitif pada 2024, ia telah mengoleksi kemenangan yang membuat namanya melampaui ekspektasi, bahkan melampaui pencapaian Leclerc dalam periode waktu yang sama.
Baca Juga:
Oscar Piastri Tampil Prima, Catat Waktu Tercepat di FP1 GP Miami
Menariknya, rumor ini memiliki sentuhan sejarah. Mark Webber, manajer Piastri sekaligus mentor seniornya, pernah menolak tawaran Ferrari pada 2013.
Kala itu, Ferrari hanya mau memberi kontrak satu tahun, sehingga Webber memilih bertahan di Red Bull hingga pensiun. Kini, lebih dari satu dekade kemudian, sejarah bisa saja berputar, kali ini dengan muridnya yang berada di posisi tawar jauh lebih kuat.
Pasar pembalap F1 2027 diprediksi akan menjadi yang paling “liar” dalam satu dekade terakhir. Max Verstappen bisa jadi pusat domino jika performa Red Bull menurun pasca-regulasi baru.
Mercedes sudah terang-terangan tertarik. Jika Verstappen benar-benar bergerak, bukan mustahil Ferrari dan McLaren akan menjadi efek domino berikutnya.
Dan di tengah semua itu, Oscar Piastri berdiri di persimpangan karier, antara loyalitas terhadap McLaren atau ambisi untuk mengenakan seragam merah legendaris yang pernah jadi impian banyak pembalap top dunia.
(Budis)









