BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Insiden ambruknya plafon ruang kelas di SMAN 5 Kabupaten Tangerang, Banten, menyebabkan 12 siswa mengalami luka ringan hingga sedang. Peristiwa tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar berlangsung, sehingga para korban merupakan siswa yang berada di dalam kelas ketika plafon tiba-tiba runtuh.
Kepala Seksi SMA pada Kantor Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Banten, Nunung Syarif Hidayat, mengatakan dari total korban tersebut terdiri atas dua siswa laki-laki dan 10 siswi. Meski sempat menimbulkan kepanikan, seluruh korban dipastikan tidak mengalami luka berat dan telah dipulangkan ke rumah masing-masing.
“Rata-rata korban mengalami luka ringan sampai sedang seperti memar dan tergores,” kata Nunung, dikutip dari Antara, Jumat (23/1/2026).
Baca Juga:
DPR RI Minta Polisi Usut Ambruknya Plafon RSUD Nagan Raya
Berdasarkan laporan, kejadian berlangsung sekitar pukul 08.30 WIB, saat 35 siswa kelas X tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar di dalam ruangan. Plafon yang ambruk langsung mengenai sejumlah siswa yang duduk di dalam kelas.
Akibat kejadian tersebut, proses belajar mengajar dihentikan sementara dan ruang kelas dinyatakan tidak layak digunakan demi keselamatan siswa dan guru. Pihak sekolah kemudian memutuskan untuk menerapkan pembelajaran daring bagi siswa yang terdampak.
Sementara itu, BPBD Kabupaten Tangerang menyebut ambruknya plafon diduga dipicu kebocoran atap akibat hujan deras, yang menyebabkan struktur plafon tidak mampu menahan beban air.










