BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Kepolisian Resor Kota (Polresta) Denpasar mengonfirmasi, mahasiswa Universitas Udayana (Unud) berinisial TAS diketahui melompat dari gedung lantai empat.
Sebelumnya, mahasiswa Unud tersebut dikabarkan tewas setelah jatuh dari lantai dua. Insiden tersebut terjadi di depan Gedung Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Unud, Jalan Sudirman, Denpasar, Bali.
Kepala Seksi Humas Polresta Denpasar, Kompol I Ketut Sukadi, menjelaskan, kesimpulan itu diperoleh berdasarkan keterangan saksi mata berinisial NKGA, yang juga merupakan mahasiswa.
Pada saat kejadian, saksi sedang berada di lantai empat bersama temannya untuk menunggu kedatangan dosen.
“Rabu, 15 Oktober 2025, pukul 08.30 Wita pada saat saksi kuliah dan sedang menunggu dosen, saksi bersama temannya inisial D duduk di teras depan kelas, lantai empat kampus diskusi tentang mata kuliah,” ungkap Sukadi, mengutip detik, Jumat (17/10/2025).
NKGA mengatakan kepada pihak kepolisian, TAS tiba-tiba muncul dan keluar dari lift dalam kondisi panik sembari mengamati situasi sekitar.
“Kurang lebih 15 menit kemudian datang korban dari arah pintu lift, dengan posisi menggendong tas ransel dan memakai baju putih. Terlihat seperti orang panik dan seperti melihat-lihat situasi sekitar kampus,” imbuh Sukadi.
TAS juga disebut sempat duduk di kursi panjang yang berada di sisi barat kelas. Karena saksi tidak mengenali TAS, ia tidak memperhatikan lebih lanjut.
Beberapa saat setelah itu, TAS diketahui melompat dari lantai empat gedung. Spontan, para mahasiswa yang berada di lokasi bersama petugas keamanan kampus segera mengevakuasi dan membawa korban ke Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Prof. Ngoerah, Denpasar.
Setibanya di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSUP Prof. Ngoerah, TAS masih dalam kondisi sadar. Namun, akibat pendarahan hebat dan kondisi yang terus menurun, mahasiswa semester VII Program Studi Sosiologi tersebut akhirnya dinyatakan meninggal dunia.
“Korban mengalami pendarahan pada organ dalam dan kesadaran terus menurun. Pukul 13.03 Wita korban dinyatakan meninggal dunia,” imbuh Sukadi.
Sukadi mengatakan hasil pemeriksaan medis menunjukkan TAS mengalami pergeseran serta patah pada tulang pinggul kiri dan kanan, patah pada tulang lengan bagian atas, serta patah pada tulang sendi kanan.
Kerap Menyakiti Diri Sendiri
Sebelumnya, salah satu petugas kebersihan yang tidak mau disebutkan namanya mengungkap TAS kerap melakukan tindakan menyakiti diri sendiri. TAS disebut sering membenturkan kepala ke tembok saat merasa frustasi.
Selain temuan polisi, beredar pula pesan di kalangan mahasiswa yang menyebut perilaku TAS sudah berlangsung cukup lama. Dalam pesan tersebut disebutkan, mahasiswa itu diduga telah lama berjuang melawan gangguan kesehatan mental.
“Dia sering membenturkan kepalanya ke tembok kalau merasa pendapatnya salah saat berdiskusi dengan dosen,” tulis pesan yang tersebar di grup mahasiswa.
Pesan lain juga menyebut, “Sudah beberapa kali sebenarnya dia mencoba untuk melompat dari gedung.”
Baca Juga:
Jatuh dari Lantai 2, Mahasiswa Fisip Unud Tewas
Mahasiswa Unud Diduga Buat Konten Pornografi Palsu dengan Teknologi Deepfake AI
Pihak Rektorat Universitas Udayana menyampaikan duka cita yang mendalam atas meninggalnya TAS. Sebagai langkah tindak lanjut, kampus berjanji akan memperkuat dukungan terhadap kesehatan mental mahasiswa.
“Universitas Udayana berkomitmen memperkuat program pendampingan dan layanan kesehatan mental bagi mahasiswa melalui unit konseling di tingkat fakultas maupun universitas,” ujar Humas Unud, Dewi Pascarani, dalam keterangan resminya, Rabu.
(Vini Virdiyanti/_Usk)











