JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa Secara perdana mengikuti rapat kerja dengan Komisi XI DPR RI sejak dilantik. Pada rapat itu, anggota DPR ikut merespon mengenai isu dirinya yang menjadi sorotan, terutama untuk politisi PDI Perjuangan, Harris Turino.
Dalam rapat itu, Harris terdengar memberikan sindiran kepada Purbaya yang langsung menjadi sorotan publik meski baru menjabat dua hari.
“Ini pertama-tama selamat pak, dua hari jadi menteri, sekaligus dua hari bapak jadi orang yang paling viral seluruh Indonesia,” ujar Harris saat rapat Komisi XI DPR di Jakarta, Rabu (10/9/2025).
Sebab, Purbaya menjadi perbincangan hangat setelah komentarnya mengenai tuntutan 17+8. Dalam pernyataannya, ia menyebut bahwa tuntutan tersebut berasal dari sebagian kecil masyarakat Indonesia.
Tak hanya itu, pandangan optimistis Purbaya terkait pertumbuhan ekonomi nasional tahun 2026 yang diprediksi bisa surplus pada 5,4% juga menuai kritik dari Harris. Ia mempertanyakan optimisme tersebut di tengah situasi ekonomi yang masih menghadapi tantangan.
“PHK masih terjadi Pak, pengangguran walaupun turun ya, masih terasa di masyarakat angka kemiskinan juga walaupun turun, masyarakat daya belinya masih susah, defisit APBN 2,48% itu harus dijaga ketat, utang jatuh tempo tahun ini cukup tinggi dan juga tekanan internasional juga belum terlalu positif,” jelas Harris.
BACA JUGA:
Sebelumnya, Purbaya Yudhi Sadewa telah menyampaikan permohonan maaf atas pernyataannya yang menjadi viral, khususnya soal tanggapannya mengenai tuntutan 17+8. Ia sebelumnya menyebut bahwa tuntutan tersebut hanya mencerminkan suara segelintir pihak.
Namun, Purbaya kemudian meluruskan maksud dari ucapannya tersebut. Menurutnya, bukan hanya sebagian kecil masyarakat yang terdampak saat ekonomi melemah, melainkan jumlah yang cukup besar. Ketika tekanan ekonomi makin terasa, banyak masyarakat bisa turun ke jalan menyuarakan keresahannya.
“Bukan sebagian kecil. Maksudnya begini, ketika ekonomi agak tertekan, kebanyakan masyarakat yang merasa susah, bukan sebagian kecil ya. Mungkin sebagian besar kalau sudah sampai turun ke jalan. Jadi kuncinya di situ,” kata Purbaya setelah bertemu Presiden Prabowo di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (9/9/2025).
Ia juga menegaskan komitmennya untuk memulihkan kondisi ekonomi nasional dan menciptakan lebih banyak peluang kerja. Terkait ucapannya yang menuai kontroversi, ia menyatakan permintaan maaf.
“Jadi itu maksudnya saya kemarin. Kalau kemarin salah ngomong, saya minta maaf,” tuturnya.
Purbaya Terkejut Pernyataannya Jadi Viral
Purbaya mengaku tidak menyangka bahwa komentarnya akan menyebar luas di media sosial. Ia menyebut peristiwa ini menjadi pelajaran baginya untuk meningkatkan cara berkomunikasi dengan masyarakat.
“Kaget juga. Tapi kan ini proses edukasi ke publik. Ya nggak apa-apa. Saya juga sama. Kalau saya salah, saya perbaiki. Tapi yang jelas maksud saya seperti itu. Bukan bilang, ‘oh biar aja rakyat’ atau ‘itu yang susah aja’ Nggak,” jelas Purbaya.
Ia menambahkan bahwa dirinya berkomitmen untuk memperbaiki berbagai hal guna memudahkan masyarakat dalam mencari pekerjaan. Harapannya, kesejahteraan bisa dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Ada sesuatu yang bisa diperbaiki yang membuat mereka nanti lebih mudah mencari kerjaan. Bukan mereka ya. Semuanya, masyarakat, bisa sejahtera bersama. Itu tujuannya utamanya sebetulnya,” pungkasnya.
(Saepul)











