JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Perceraian Andre Taulany dan Rien Wartia Trigina (Erin) masih menjadi salah satu isu yang banyak dibicarakan. Selain soal perpisahan, publik ikut menyoroti pembagian harta gana-gini dan hak asuh anak. Namun Andre memastikan seluruh persoalan itu sudah dibahas tuntas dan diselesaikan secara baik-baik.
Andre menegaskan bahwa tidak ada lagi sengketa yang menggantung. Semua sudah diatur dalam kesepakatan internal yang disetujui tanpa konflik.
Ia menolak membeberkan detail pembagian harta karena menurutnya hal tersebut termasuk privasi keluarga yang tidak layak diumbar ke publik.
“Semua sudah disepakati dengan baik. Dua belah pihak berdamai untuk itu, jadi tidak ada lagi persoalan,” ujar Andre, Dalam keterangannya di Pengadilan Agama Jakarta Selatan, Rabu (3/12/2025).
“Kalau detailnya enggak bisa saya ungkap. Itu ranah pribadi,” tambahnya.
Tetap Komunikasi Demi Anak-Anak
Meski status pernikahan berakhir, Andre engatakan hubungan komunikasinya dengan Erin tetap berjalan baik. Keduanya memilih menjalankan pola co-parenting demi memastikan anak-anak tetap mendapatkan perhatian utuh dari kedua orang tua.
“Enggak mungkin putus komunikasi. Sekarang kami adalah partner untuk mendampingi anak-anak,” kata Andre.
Mengenai tempat tinggal anak-anak, Andre memberikan kebebasan penuh. Tidak ada keputusan hak asuh yang mengikat karena semua anaknya kini berusia di atas 12 tahun.
Mereka boleh kapan saja menentukan pilihan ingin tinggal bersama ayah atau ibunya.
“Mereka diberikan kebebasan. Kalau mau ke mamanya ya silakan, kalau ke papanya juga boleh. Anak-anak santai kok,” terangnya.
Baca Juga:
Lelah Difitnah, Inara Rusli Laporkan Insanul Fahmi ke Polda Metro
Kunjungi Rehabilitasi Onad, Pesan Cinta Beby Bikin Netizen Nangis Bawang
Rumah Lama Masih Jadi Tempat Utama Anak-Anak
Untuk sementara, anak-anak lebih sering tinggal bersama Erin di rumah lama. Selain lebih nyaman, semua perlengkapan sekolah dan kebutuhan mereka masih berada di sana.
“Selama ini masih di mamanya, karena perlengkapan mereka masih di situ. Itu memang rumah anak-anak,” ujar Andre.
Ia menegaskan bahwa tidak ada paksaan atau tekanan untuk tinggal di satu pihak. Yang terpenting, anak-anak merasa aman, nyaman, dan tetap mendapatkan dukungan dari kedua orang tua.
(Dist)











