BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Tim mahasiswa Institut Teknologi Bandung (ITB) yang terdiri dari tiga orang menorehkan prestasi gemilang dengan meraih dua penghargaan tingkat nasional dalam waktu satu minggu berkat inovasi mereka di bidang energi hidrogen berbasis sumber terbarukan.
Tim yang menamakan diri Jawa-ra-santuy itu berhasil meraih Juara 2 pada Paper Innovation Competition OCEANO 2025 yang digelar secara daring oleh HIMATEKLA ITS, serta Juara 2 pada ajang Development of Industrial Chemical Engineering (DevICE) yang diadakan secara luring oleh ICHEVO ITS.
Di bawah bimbingan dosen ITB, tim tersebut mengusung gagasan pemanfaatan limbah tandan kosong kelapa sawit dan mikroalga sebagai bahan baku produksi hidrogen ramah lingkungan.
Dalam ajang DevICE, mereka memperkenalkan karya berjudul “Pemanfaatan Limbah Tandan Kosong Kelapa Sawit dalam Produksi Hidrogen melalui Biogas Steam Reforming berbasis Katalis Ni/Al₂O₃ Teroptimasi Machine Learning dalam Reaktor Membran Pd-Ag.”
Sementara pada kompetisi OCEANO 2025, tim mengajukan karya bertajuk “Integration of Microalgae and Biogas Steam Reforming for Hydrogen Energy Production in an Innovative Machine Learning-optimized Floating CCU Structure.”
Konsep ini memanfaatkan mikroalga lepas pantai untuk menghasilkan hidrogen dengan memanfaatkan emisi CO₂ dari kilang minyak sebagai sumber nutrisi utama.
“Kedua karya ini sama-sama berfokus pada produksi hidrogen dari bahan baku terbarukan. Untuk DevICE kami mengolah limbah tandan kosong kelapa sawit, sedangkan untuk OCEANO kami menggunakan mikroalga. Kami ingin menunjukkan bahwa potensi sumber daya alam Indonesia dapat dikonversi menjadi energi berkelanjutan,” ujar perwakilan tim, Hanif Yusran Makarim, melansir laman ITB.
Hanif mengungkapkan, perjalanan tim menuju podium juara tidak selalu mudah. Mereka sempat menghadapi keterbatasan waktu dan kendala teknis selama proses riset dan presentasi.
“Kendala utama kami adalah waktu, karena jadwal tidak selalu sejalan. Bahkan salah satu anggota tidak dapat hadir ke ITS untuk presentasi. Kami juga sempat mengalami gangguan teknis hingga hampir kehilangan data coding,” tuturnya.
Meski demikian, Hanif menilai kerja sama dan komunikasi menjadi faktor penting di balik keberhasilan tim.
“Kunci kemenangan adalah komunikasi efektif, memahami latar belakang juri, dan tetap tenang saat presentasi,” tambahnya.
Tim Jawa-ra-santuy berharap inovasi mereka dapat mendukung pengembangan energi hidrogen nasional sebagaimana tercantum dalam Rencana Usaha Penyediaan Tenaga Listrik (RUPTL) PLN, sekaligus mendorong percepatan transisi menuju energi bersih.
Baca Juga:
DETECT, Inovasi Mahasiswa UNEJ yang Siap Jadi Gerakan Nasional Pencegahan Kanker Kulit
CraSH Strategy Antarkan Mahasiswa ITB dan Telkom University Torehkan Prestasi di Compfest 2025
“Kami berharap riset ini bisa menjadi langkah nyata dalam mendukung implementasi energi hidrogen yang tengah disiapkan pemerintah untuk periode pasca-2040,” kata Hanif.
Lewat capaian ganda ini, para mahasiswa ITB tersebut menunjukkan semangat generasi muda Indonesia dalam menghadirkan solusi inovatif bagi masa depan energi hijau dan berkelanjutan.
(Vini Virdiyanti/Budis)











