BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Teka-teki mengenai siapa lawan pertama Islam Makhachev dalam mempertahankan gelar kelas welter kembali menyeret perdebatan, bukan hanya soal kemampuan para petarung, tetapi juga soal tarik-menarik kepentingan di belakang layar.
Penantang peringkat tujuh, Sean Brady, muncul sebagai salah satu suara paling lantang yang mempertanyakan arah keputusan UFC.
Brady mengkritik keras mencuatnya isu bahwa Makhachev ingin menghadapi mantan juara, Kamaru Usman, sebagai lawan tunggal berikutnya. Menurutnya, upaya itu terlalu kental dengan aroma “politik manajemen”, mengingat Makhachev dan Usman berada di bawah naungan manajemen yang sama, Dominance MMA.
“Ini jelas karena hubungan dekat dan manajer yang sama. Bukan karena performa atau kelayakan,” kata Brady dalam acara di kanal Youtube-nya BradyBagz Show, dikutip Rabu (3/12/2025).
Brady menegaskan, jika berbicara soal kelayakan dan jalur yang benar, hanya ada satu nama yang semestinya berada di hadapan Makhachev, yaitu Michael Morales.
Dalam narasi yang lebih tajam dibanding sebelumnya, Brady menekankan bahwa Morales adalah petarung paling layak bukan sekadar karena catatan rekornya, tetapi karena iBrady sendiri telah merasakannya langsung.
“Saya tidak bicara berdasarkan opini. Saya bicara berdasarkan pengalaman. Dia mengalahkan saya. Dia 19-0. Dia tangguh dan tidak pernah mundur. Kalau bicara kelayakan, Morales jauh lebih pantas daripada siapa pun untuk menghadapi Islam,” tegas Brady.
Baca Juga:
Jadi Juara Dua Divisi UFC, Islam Makhachev Incar Kamaru Usman
Bonus Miliaran Mengalir ke Islam Makhachev Usai Menangi UFC 322
Brady menyebut Morales sebagai “uji sesungguhnya” bagi Makhachev, mengingat kekuatan fisik, kecepatan, dan ketahanan petarung muda asal Ekuador itu menjadi kombinasi yang berpotensi memberi perlawanan paling berat.
“Islam akan mengalahkan Usman dengan mudah. Tapi Morales berbeda, dia besar, dia kuat, dan dia akan memberi Islam waktu yang paling sulit,” lanjutnya.
Brady juga menepis kandidat lain seperti Ian Machado Garry dan Shavkat Rakhmonov. Garry dinilai masih belum berada pada level penantang gelar, sementara Rakhmonov dianggap terlalu lama tidak aktif.
Sebagai solusi yang lebih adil dan menjaga kredibilitas divisi, Brady mengusulkan skenario ideal:
Makhachev lawan Morales, sementara Usman menghadapi Rakhmonov dalam laga eliminasi penantang utama.
Dengan kritiknya yang keras dan lugas ini, Brady mempertegas bahwa jalur menuju laga gelar seharusnya tidak ditentukan oleh kedekatan manajerial, melainkan oleh performa dan capaian petarung.
“Jika UFC ingin fair, jika mereka ingin mempertahankan integritas divisi ini, maka Morales-lah yang paling pantas berdiri di hadapan Islam,” tutup Brady.
(Budis)










