BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Salah satu siswi bernama Salsabila (10) yang masih duduk dibangku kelas IV SDN 4 Citanglar, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dilaporkan tewas usai mengonsumsi makan bergizi gratis (MBG) di sekolahnya.
Kabar tersebut sempat viral di media sosial dan menuai beragam spekulasi. Wali kelas korban, Emi Sukmawijaya, memberikan klarifikasi terkait peristiwa tersebut.
Emi membenarkan Salsabila telah meninggal dunia, namun belum dapat dipastikan penyebabnya terkait dengan program MBG.
Menurut Emi, siswi tersebut kemungkinan meninggal karena sakit. Karena, sebelum kejadian, orang tua korban sudah menghubungi pihak sekolah untuk meminta izin karena Salsabila sedang tidak sehat.
“Waktu hari Jumat, saya mendapat kabar dari orang tuanya, ‘pak izin, anak saya tidak bisa masuk dikarenakan sakit’,” tutur Emi meniru ucapan orang tua siswinya, Kamis (9/10/2025).
Beberapa waktu kemudian, pihak sekolah menerima kabar Salsabila telah meninggal dunia. Tak lama berselang, muncul informasi di media sosial yang menyebut siswi SDN 4 Citanglar itu meninggal akibat mengonsumsi MBG.
Menanggapi hal tersebut, Emi memilih tidak banyak berkomentar. Namun ia menegaskan bahwa Salsabila tidak masuk sekolah pada hari saat isu keracunan MBG beredar, sehingga dapat dipastikan ia tidak ikut menyantap menu program tersebut.
”Kalau untuk dampak dari keracunan atau tidak, saya tidak bisa menjawab. Karena anak tersebut kan tidak masuk, otomatis tidak makan bergizi. Tidak menerima waktu itu. Ya, tidak makan. Karena anak tersebut kan tidak hadir, otomatis tidak makan di hari itu,” jelas Emi.
Kabar mengenai siswi SD di Sukabumi yang disebut meninggal dunia usai menyantap makanan MBG sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Informasi tersebut pertama kali diunggah oleh Dewi Nurhayati, warga Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.
Namun, setelah unggahannya viral, Dewi akhirnya memberikan klarifikasi dan menyampaikan permohonan maaf.
“Terkait komentar yang saya buat, ternyata tidak benar,” ujarnya.
Baca Juga:
Sumber Keracunan MBG Kadungora Garut Semakin Mengarah pada Susu Kemasan
Siswi SMAN 2 Cilacap Ciptakan Alat Deteksi Keracunan MBG Sabet Juara AHM Best Student 2025
Dewi menegaskan Salsabila meninggal dunia bukan karena keracunan MBG, melainkan akibat penyakit asma berat yang dideritanya.
“Sekali lagi, saya sangat menyesal atas apa yang telah saya lakukan dan berjanji tidak akan mengulangi hal serupa di masa mendatang,” tuturnya.
(Virdiya/Aak)











