Polisi Periksa Rekaman CCTV dan 21 Saksi Kasus Kematian Mahasiswa Unud Timothy

Saksi Mahasiswa Unud
Ilustrasi, (dok. Maps)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Polisi telah memeriksa sebanyak 21 saksi dalam penyelidikan kasus meninggalnya mahasiswa Universitas Udayana (Unud), Timothy Anugerah Saputra (21). Korban ditemukan tewas setelah diduga melompat dari lantai empat Gedung FISIP Kampus Sudirman, Denpasar, Bali.

Kabid Humas Polda Bali, Kombes Pol Ariasandy, menyatakan hasil penyelidikan sementara mengarah pada dugaan kuat bahwa korban meninggal akibat bunuh diri.

“Masih kita selidiki. Diduga kuat bunuh diri. Dari hasil lidik awal kita, pemeriksaan itu diduga kuat dia bunuh diri. Tapi kan masih proses lidik ini, kita belum final gitu loh. Kan kita harus berdasarkan alat bukti, scientific investigation untuk bisa memastikan sebuah perkara ini pidana atau tidak,” kata Ariasandy, mengutip Cnnindonesia, Jumat (24/10/2025).

Selain memeriksa 21 saksi, polisi juga telah menelusuri rekaman CCTV di Gedung FISIP Universitas Udayana. Namun, proses penyelidikan masih berlanjut karena aparat masih harus memeriksa dua barang bukti penting, yakni ponsel dan laptop milik korban.

“21 orang kita sudah periksa, termasuk CCTV kita periksa dan segala macam itu. Cuma ini belum selesai, karena masih ada beberapa alat bukti yang masih kita dalami,” ujarnya.

“Handphone sama laptop itu, kan kemarin dari pihak keluarga tidak mau menyerahkan itu handphone sama laptop itu. Tapi karena kita pendekatan ke keluarga, akhirnya diserahkan handphone sama laptopnya itu untuk kita dalami,” lanjutnya.

Kemudian, untuk 21 saksi yang diperiksa ialah yang mengetahui peristiwa tersebut. Selain itu, juga operator CCTV di Gedung FISIP Universitas Udayana.

“Semua yang kita duga tahu dan terkait dengan peristiwa itu kita periksa. Dosen, teman, operator CCTV, petugas kebersihan yang tahu kejadian itu, kita periksa. Jadi saksi 21 itu kebanyakan kawan-kawan kelasnya, dosen-dosennya, dan orang di sekitar yang melihat kejadian itu,” ungkapnya.

“Bahkan ada yang melihat pas dia melayang dari atas turun ke bawah gitu, jatuhnya. Tinggal itu tadi, tinggal handphone sama laptop itu yang diserahkan sama keluarga itu yang kita mau cek. Sementara masih proses,” lanjutnya.

Ia juga menyatakan, bahwa korban jatuh dari lantai empat gedung FISIP Unud. Akan tetapi polisi masih butuh penyelidikan lebih lanjut.

“Lantai empat diduga kuat. Lantai empat lompat dari sana, bunuh diri. Iya nanti tunggu saja, semua butuh proses,” katanya.

Polisi juga telah menelusuri rekaman CCTV yang diambil pada 15 dan 20 Oktober 2025. Awalnya, kamera pengawas tersebut dilaporkan tidak berfungsi, namun setelah pemeriksaan ulang, rekamannya berhasil dipulihkan.

Dari hasil analisis rekaman di lantai empat, polisi menyebut tidak ada momen yang menampilkan korban saat melompat atau terjatuh, karena tiga kamera CCTV di lokasi itu mengarah ke area tangga gedung.

“Posisi di lantai empat itu ada tiga CCTV dan dia statis, tidak cover lokasi di mana si korban ini diduga bunuh diri. Jadi blank dia di situ, tidak ter-cover. Jadi CCTV itu tidak bisa menangkap peristiwa dia lompat itu, karena memang tidak menyorot ke sana CCTV-nya,” ujarnya.

Namun, saat korban sendiri di lantai empat sekitar pukul 08:00 WITA ada saksi yang melihat bahwa korban membuka sepatu.

“Ada saksi yang melihat, memang dia di lantai empat itu (korban) buka sepatu. Tapi saksi ini kan tidak kenal sama korban, artinya mungkin teman satu kuliah tapi bukan satu fakultas, jadi tidak kenal,” ujarnya.

“Cuma (saksi) lihat (korban) ada. Lalu kemudian dia tengok lagi, loh orangnya mana?. Kok ada sepatu sama tasnya doang?, orangnya ke mana?. Dia tidak peduli sampai dia tahu, kalau ternyata ada orang yang jatuh. Dia (saksi) sempat ditanyakan, sepatu itu punya siapa?, (oleh) petugas kebersihan, itu mungkin itu sepatunya yang korban jatuh tadi,” tambahnya.

Selain itu, polisi mengungkapkan awalnya ibu kandung korban tidak mau melaporkan ke kepolisian terkait peristiwa tersebut dan telah membuat surat pernyataan.

“Sehingga ketika kita mau dalami, dia (ibu korban) sampai saat ini pun tidak mau ngomong. Ini pernyataannya ada, dan terus, barang-barang yang dipunyai korban kan diamankan oleh om-nya (pamannya). Ketika penyidik minta kerja sama supaya barang itu diserahkan, dia menolak karena ibu korban pada awal kan tidak mau,” ujarnya.

“Tapi setelah upaya kita beberapa hari, kita kasih pengertian, pendekatan, akhirnya diserahkan. Tapi keterangan dari ibu tetap, bahwa saya tidak melaporkan persoalan ini ke Polri. Iya ada pernyataannya itu,” tambahnya.

Polisi mengatakan, kedua orang tua korban telah lama bercerai. Ayah korban menjadi pihak yang melaporkan kasus ini ke pihak berwajib setelah mengetahui kabar kematian anaknya dari pemberitaan media.

“Orang tuanya sudah lama berpisah. Sang ayah mengetahui peristiwa itu dari berita, sehingga ia melapor ke polisi karena merasa tidak mendapatkan informasi secara utuh. Kami pun menyarankan agar ayah korban berkomunikasi dengan ibunya,” ujar perwakilan kepolisian.

Selain menyelidiki penyebab kematian, polisi juga menelusuri kemungkinan adanya kasus perundungan atau bullying di balik dugaan bunuh diri tersebut. Namun, hingga kini belum ditemukan tanda-tanda yang mengarah ke dugaan itu.

Baca Juga:

Rencana Studi Mahasiswa Unud Timothy yang Meninggal, Ingin Punya Teman

Mahasiswa Unud yang Terlibat Perundungan Kematian Timothy Terancam DO

“Hasil penyelidikan sementara menunjukkan indikasi kuat bahwa korban meninggal karena bunuh diri. Sejauh ini, belum ada bukti yang mengarah pada tindakan perundungan,” tambahnya.

Sebelumnya, seorang mahasiswa Unud Bali tewas setelah terjatuh dari lantai empat Gedung FISIP. Korban sempat dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis, namun nyawanya tidak tertolong.

(Vini Virdiyanti/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

3

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

4

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

5

Prediksi Skor Sporting vs Bodo/Glimt Liga Champions 2025/2026, Misi Comeback Lions di Liga Champions
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru