BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Setelah lebih dari satu dekade berkarier di dunia stand up comedy, Mongol Stres tetap memegang teguh satu prinsip jangan pernah menjatuhkan orang lain di atas panggung. Komika asal Manado itu dikenal karena gaya komedinya yang cerdas, jujur, dan penuh refleksi tanpa harus menyinggung pihak lain.
“Kita enggak boleh ngejatuhin harga diri di atas panggung,” ujar Mongol Stres dalam kanal YouTube Raditya Dika, dikutip Senin (10/11/2025).
“Enggak apa-apa harga diri kita jatuh, yang penting 100 masuk. Kan yang kita cari cepeknya,” lanjutnya sambil tertawa, menyiratkan soal honor yang diterimanya dari setiap penampilan.
Pilih Roasting Diri Sendiri
Mongol menjelaskan, komedi yang sehat bagi dirinya adalah yang tidak membuat orang lain merasa terhina. Ia mengaku selalu berhati-hati dalam memilih bahan materi, terutama ketika tampil di hadapan publik luas seperti perusahaan, instansi pemerintahan, bahkan pejabat negara.
“Kalau kita mengejek orang, belum tentu mereka senyum,” tuturnya.
“Oke kita meroasting bapak ibunya, tapi kalau ibunya enggak senyum? Atau bapaknya ketawa tapi sespri enggak senyum? Enggak diundang lagi,” katanya dengan gaya khasnya.
Bagi Mongol, tawa penonton seharusnya datang dari kejujuran dan kerendahan hati, bukan dari rasa malu atau sakit hati orang lain. Karena itu, ia lebih memilih menjadikan dirinya sendiri sebagai bahan candaan.
“Jadi mendingan menghina diri kita pribadi,” tegasnya.
Baca Juga:
Mongol Stres Ikhlaskan Uang Rp53 Miliar yang Hilang Dipinjam Calon Gubernur
Mongol Stres Diminta Stand Up saat Melayat, Dibayar Rp40 Juta Hanya 10 Menit
Tak Sembarangan Bawa Materi Agama
Selain menolak menjatuhkan harga diri orang lain, Mongol juga berhati-hati ketika menyentuh tema keagamaan. Meski memahami berbagai ajaran agama, ia menegaskan hanya membawakan materi yang berkaitan dengan keyakinannya sendiri.
“Gue bawa materi agama, kurang banyak apa gue referensi materi agama Islam, tapi yang gue bawa materi agamaku,” jelasnya.
“Tapi tidak kujatuhkan harga diri Tuhanku, gue main di smooth area,” pungkasnya.
Sikap hati-hati ini menjadi salah satu alasan mengapa Mongol tetap disegani di dunia hiburan, di tengah banyaknya komedian yang terjerat kontroversi karena materi sensitif.
Di balik kesuksesannya, Mongol juga pernah mengalami jatuh bangun dalam karier. Ia mengakui pernah tersandung masalah karena keliru membawakan materi di awal perjalanan stand up-nya. Namun, pengalaman itu justru membuatnya semakin matang dan bijak di panggung.
Kini, namanya dikenal di berbagai kalangan. Ia bahkan pernah dipercaya tampil di hadapan Presiden ke-6 RI, Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), sebuah momentum yang disebutnya membuka banyak peluang.
“Setelah tampil di depan Pak SBY, honorku mulai naik,” ungkap Mongol dalam salah satu wawancara sebelumnya.
“Bahkan pernah dibayar Rp250 juta hanya untuk tampil kurang dari 30 menit,” ujarnya.
(Hafidah Rismayanti/_Usk)











