JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – BNPB terus memperbarui data korban akibat bencana alam di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, hingga Kamis (11/12/2025) pukul 15.30 WIB.
Tercatat 986 orang meninggal dunia, 224 hilang, 5 ribu terluka. Hal ini berdasarkan dashboard penanganan darurat banjir dan longsor di tiga provinsi tersebut.
Selain itu, tercatat 157,9 ribu rumah rusak di 52 kabupaten. Bencana ini juga merusak 434 rumah ibadah, 581 fasilitas pendidikan, 219 fasilitas kesehatan, 498 jembatan, 290 gedung/kantor, serta 1,2 ribu fasilitas umum.
Ruang Jalan Mulai Dapat Dilalui Kendaraan
Akses jalan di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan. Sejumlah ruas kini dapat dilalui oleh kendaraan roda dua maupun roda empat, membuka jalur mobilitas warga serta percepatan distribusi logistik dan layanan bantuan.
Perbaikan jembatan yang masih terputus juga terus dipercepat untuk membuka kembali konektivitas ke wilayah yang masih terisolasi, sehingga distribusi bantuan dapat berjalan lebih lancar.
Personel TNI mulai memasang jembatan darurat atau bailey pada beberapa titik di Sumatra Barat, salah satunya di Kabupaten Pasaman Barat.
Jembatan berbobot 24 ton ini menggantikan penghubung Sikabau–Lembah Melintang yang terputus 12 meter akibat banjir. Jembatan tipe 1-1 dengan panjang 18 meter ini ditargetkan selesai dan dapat dilalui masyarakat pada 12 Desember 2025.
Ada empat titik prioritas pemasangan bailey di Sumatra Barat: Jembatan Sikabau di Kabupaten Pasaman Barat, Jembatan Supayang dan Bawah Kubang di Kabupaten Solok, serta Jembatan Padang Mantuang di Kabupaten Padang Pariaman.
Baca Juga:
Pasca Bencana Banjir, KLH Segel Sejumlah Tambang di Sumbar
Kumpulkan Donasi Rp2 Miliar, Pemkot Bandung Kirim Relawan ke Lokasi Bencana di Sumatera
Syarat Pemda Dapat Bantuan BNPB
Sesuai dengan UU No. 24 tahun 2007 dan PP Nomor 21 tahun 2008, dukungan BNPB bagi pemerintah daerah yang terkena bencana hanya perlu menetapkan status darurat bencana oleh pemerintah daerah untuk jangka waktu tertentu atas dasar rekomendasi badan yang menyelenggarakan urusan di bidang penanggulangan bencana.
Ketiga status tahapan bencana mulai dari siaga darurat, tanggap darurat dan transisi darurat ke pemulihan dapat menjadi dasar bagi pemerintah pusat melalui BNPB untuk mengerahkan sumber daya menggunakan anggaran Dana Siap Pakai (DSP).
Sesuai dengan arahan Presiden Prabowo penanganan banjir dan longsor di Aceh, Sumut, dan Sumbar sebagai prioritas nasional.
Setiap jam, setiap tangan, dan setiap sumber daya dikerahkan agar warga selamat, bantuan tiba, dan layanan vital kembali pulih.










