BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID– Uya Kuya akhirnya angkat bicara soal kekecewaannya terhadap teman-teman yang disebutnya “berwajah dua” ketika dirinya tengah diterpa kasus video joget viral beberapa waktu lalu. Pelawak sekaligus politikus itu mengaku kecewa karena orang-orang yang selama ini dekat justru ikut menghujat dirinya di media sosial.
“Yang kecewa adalah orang-orang yang kenal gue, orang-orang yang tahu gue, justru malah ikut menghujat,” ungkap Uya di kanal Curhat Bang Denny Sumargo, dikutip Selasa (11/11/2025).
Uya, yang baru-baru ini dinyatakan tidak bersalah oleh Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR, menuturkan bahwa sikap teman-temannya sangat menyakitkan. Di depan dirinya mereka tampak prihatin, tapi di luar malah berkomentar negatif di akun media sosial lain.
Menurut Uya, banyak orang bersikap seolah peduli, namun diam-diam menambah beban dengan ikut berkomentar miring.
“Menyerang tapi bukan di akun gue, di akun-akun orang, numpang di akun orang,” katanya.
“Tapi di guenya baik, ‘turut prihatin,’ diluarnya komentar. Nemu (yang seperti itu),” sambungnya.
Ia menambahkan, dirinya masih bisa memahami jika ada teman yang memilih diam. Bagi Uya, diam lebih baik daripada berpura-pura mendukung namun sebenarnya ikut menjelekkan.
“Gue ngerti kalau ada temen-temen gue yang pada saat itu diam, mendingan diam,” ucapnya.
“Karena pada saat itu, siapa pun yang membela gue, atau ucapin prihatin aja diserang,” lanjutnya.
Baca Juga:
Uya Kuya Beberkan Pengkhianatan oleh Orang Dekat soal Viral Joget DPR
MKD Hanya Sanksi Ahmad Sahroni, Eko Patrio, dan Nafa Urbach 3-6 Bulan, Uya Kuya Tetap di DPR
Minta Teman Tak Membela di Depan Umum
Uya juga mengaku sempat meminta teman-temannya untuk tidak ikut membela secara terbuka. Ia sadar, siapa pun yang tampil di publik untuk membelanya justru bisa ikut terseret dalam arus hujatan.
Ia mencontohkan kasus Denise Chariesta yang sempat mengirim bunga dan terang-terangan mendukungnya. Alih-alih mendapat apresiasi, Denise justru dibanjiri komentar negatif. Bahkan, ada juga orang lain yang hanya menyampaikan semangat padanya namun ikut dibully.
“Itu diserang sampai anaknya dikatain,” sesal Uya.
Kini, badai yang menimpa Uya Kuya perlahan mereda. Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR telah memutuskan bahwa Uya atau Surya Utama tidak bersalah dalam dugaan pelanggaran kode etik.
(Hafidah Rismayanti/Budis)









