BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Warga Dusun Batugara, Desa Cikondang, Kecamatan Ganeas, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, dibuat resah oleh dugaan serangan macan kumbang yang memangsa 10 ekor ayam milik salah satu warga. Insiden ini menyita perhatian publik setelah viral di media sosial.
Peristiwa nahas tersebut terjadi dua kali dalam satu hari, yakni pada Senin (20/10/2025) dini hari sekitar pukul 03.00 WIB dan kembali terjadi pada malam harinya.
Empong Ponimah (40), pemilik ternak, menyebut ayam-ayamnya dimangsa langsung di dalam kandang. Ia juga menemukan jejak kaki berukuran besar di sekitar lokasi, yang diduga kuat milik hewan buas tersebut.
“Pertama itu jam 03.00 pagi, dari luar ayam berisik. Pas dilihat tidak ada delapan sekor. Malam Seninnya juga ada lagi hilang dua ekor, jadi semuanya 10 ekor ayam,” kata Empong, mengutip beritasatu, (22/10/2025).
Empong meyakini macan kumbang itu berasal dari kawasan Bukit Gunung Gajah. Keyakinan tersebut didukung oleh beredarnya video yang viral di media sosial, serta kesaksian sejumlah warga yang mengaku sempat melihat langsung kemunculan satwa liar tersebut.
“Warga lain juga ada yang sudah pernah lihat langsung. Katanya sebesar domba,” ujarnya.
Warga kini dilanda kecemasan karena macan kumbang sudah mendekati permukiman.
“Ya khawatir, tidak bisa tidur setiap malam, dua hari enggak bisa tidur. Takutnya balik lagi. Kalau ayam yang dimangsa sudah dua lokasi, sama yang miliknya pak Iri,” tambah Empong.
Kesaksian lain datang dari Basar (28), warga yang sempat merekam kemunculan macan kumbang saat mencari rumput di hutan.
“Macannya di bawah, dikejar sama anjing jadi naik ke pohon. Kebetulan bawa hand phone, jadi dividioin,” katanya.
Menurut Basar, kemunculan macan kumbang di sekitar hutan dekat pemukiman bukan hal baru.
“Saya mah sering. Kalau kemarin yang di video itu sebelum kejadian memangsa ayam warga,” jelasnya.
Menyikapi keresahan warga terkait kemunculan macan kumbang yang diduga memangsa ternak, Kapolres Sumedang AKBP Sandityo Mahardika memastikan jajarannya telah mengerahkan personel untuk melakukan patroli rutin, baik siang maupun malam, di sekitar lokasi kejadian.
“Polres bersama polsek dan instansi terkait telah melakukan penyisiran serta patroli langsung di lapangan,” ujar Sandityo dalam keterangannya.
Baca Juga:
BBKSDA Jabar: Macan Tutul Masuk Hotel Belum Tentu yang Kabur dari Bandung Park Zoo
Geger Macan Tutul Masuk Hotel Di Bandung, yang Kabur dari Lembang Zoo?
Ia menjelaskan, kawasan hutan di wilayah Ganeas memang merupakan habitat alami macan kumbang. Oleh karena itu, pihak kepolisian mengimbau warga agar tidak melakukan perburuan terhadap satwa liar tersebut.
“Warga diminta melakukan ronda malam atau siskamling dengan peralatan sederhana untuk menghalau hewan agar tidak mendekati permukiman,” tambahnya.
(Vini Virdiyanti/_Usk)











