BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Viralkan makanan bergizi gratis (MBG) ada belatungnya, siswa SMK Negeri Tambakboyo diskors. Informasi tersebut diduga tidak benar. Siswa yang diskors, ternyata sedang libur karena pembagian jadwal sekolah.
Seorang siswa berinisial AR (17) dari kelas XI Program Studi Teknik Permesinan diduga mendapatkan sanksi skorsing setelah terekam dalam video viral sedang tertawa melihat belatung di kotak makan milik MBG. Aksi tersebut direkam oleh temannya.
Namun, AR membantah telah diskors. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadirannya di sekolah disebabkan oleh jadwal libur. Menurutnya, absensi tersebut berkaitan dengan kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS), di mana siswa kelas XI dan XII masuk secara bergiliran.
“Kebetulan saya kelas XI dan hari ini libur, besok gantian masuk sama kelas XII, karena ada MPLS,” ungkap AR, dikutip Jumat(18/07/2025).
Ia menjelaskan peristiwa dalam video tersebut terjadi pada Senin, 14 Juni 2025, bertepatan dengan hari pertama pelaksanaan program MBG di Kabupaten Tuban. Di SMK Negeri Tambakboyo, saat itu ditemukan belatung di dalam kotak makan.
“Sebetulnya punya saya itu sudah tak makan, terus lihat punya siswa kelas 12 kok ada belatungnya, terus saya ketawa,” ujar AR.
Sistem distribusi makanan saat itu dilakukan bertahap. Kelas XI menerima makanan lebih dahulu, kemudian setelah selesai, kotak makan dikumpulkan kembali untuk digunakan oleh kelas XII.
“Yang terdapat belatungnya itu punyanya kelas 12, pas ada kumpul-kumpul saya lihat, terus saya ketawa karena lihat belatungnya lucu,” tambah AR.
Setelah video tersebut tersebar dan viral, Raka dipanggil oleh guru Bimbingan Konseling (BK). Dalam video itu terlihat jelas wajah dan nametag dirinya. Sementara itu, untuk siswa yang merekam video, AR mengaku tidak mengetahui apakah juga dipanggil atau tidak.
“Saya gak tahu siapa yang merekam itu, peran saya yang hanya ketawa itu aja, terus ditanya sama guru BK siapa saja yang ada disitu, terus siapa yang membuat status,” lanjutnya.
Meski sempat menjadi sorotan, AR justru merasa bersyukur karena insiden tersebut mendorong pihak sekolah melalui SPPG Tambakboyo untuk mengevaluasi kualitas makanan dalam program MBG. Ia mengaku kini makanan yang diterima siswa jauh lebih baik dari sebelumnya.
“Sekarang makanannya malah enak-enak, mbak. Senang juga bisa dapat program seperti ini,” ujarnya.
Baca Juga:
Di sisi lain, Kepala SMK Negeri Tambakboyo, Agus, menegaskan tidak ada sanksi skorsing yang dijatuhkan kepada siswa yang videonya sempat viral. Ia menjelaskan bahwa ketidakhadiran siswa disebabkan oleh sistem masuk bergiliran yang diterapkan untuk kelas XI dan XII, terkait kegiatan Latihan Bela Bangsa (LBB) dari Koramil.
“Jadwal masuknya, Selasa dan Rabu untuk kelas XI, sedangkan Kamis dan Jumat untuk kelas XII,” pungkas Agus.
(Virdiya/_Usk)











