BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, Agung Yansusan, menyoroti fenomena LGBT yang disebutnya semakin meresahkan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan melalui video reels yang diunggah di akun Instagram pribadinya, @agung.yansusan, menyusul viralnya video pesta anak muda di Cirebon yang memperlihatkan sesama laki-laki berciuman.
Dalam video tersebut, Agung menanggapi langsung peristiwa yang ramai diperbincangkan di media sosial. Ia menyebut kejadian itu menuai banyak kritik dan kecaman dari masyarakat.
“Viral di Cirebon lagi pesta nih anak muda ada yang ciuman laki-laki dengan laki-laki ini menuai banyak kritikan dan kecaman, Jawa Barat harus terbebas dari penyakit LGBT ini,” katanya.
Ia menegaskan bahwa kritik yang ia sampaikan bukan ditujukan kepada individu, melainkan pada perilaku yang menurutnya menyimpang.
“Kita bukan benci orangnya tapi penyimpangannya,” ujarnya.
Baca Juga:
Viral Merokok Sambil Berkendara Ditegur Malah Ngeyel, Agung Yansusan Buka Suara
Dalam pernyataannya, Agung juga menyinggung persoalan kesehatan masyarakat. Ia menyebut bahwa salah satu penyebab tingginya kasus HIV di Jawa Barat berkaitan dengan perilaku homoseksual dan menyatakan bahwa hal tersebut memiliki data pendukung. Pernyataan itu disampaikan sebagai bagian dari kekhawatirannya terhadap kondisi sosial di Jawa Barat.
Lebih lanjut, ia berharap pemerintah daerah dapat memperkuat regulasi yang sudah ada di sejumlah wilayah. Ia menyebut beberapa daerah seperti Bogor, Garut, Bandung, dan Cianjur yang telah memiliki peraturan daerah terkait penyimpangan seksual. Menurutnya, aturan-aturan tersebut diharapkan bisa diberlakukan atau diperkuat di wilayah lain di Jawa Barat.
Agung juga mengajak pemerintah provinsi serta pemerintah kabupaten dan kota untuk mendisiplinkan warga agar tetap berpegang pada nilai-nilai Pancasila. Ia menyinggung sila pertama, Ketuhanan Yang Maha Esa, sebagai dasar moral dalam kehidupan bermasyarakat. Dalam pandangannya, homoseksual tidak dilegalkan dalam agama-agama yang ada di Indonesia.
Selain pernyataan dalam video, pada bagian caption unggahan Instagramnya ia menuliskan:
“Fenomena LGBT di Jawa Barat saat ini bukan lagi sekadar isu biasa, tapi sudah mulai meresahkan masyarakat. Nilai-nilai moral dan norma yang kita pegang teguh sedang diuji. Kita tidak boleh tinggal diam melihat perkembangan yang semakin masif ini. Mari kita lebih peduli dan waspada terhadap lingkungan sekitar demi masa depan generasi kita,” katanya.
Unggahan tersebut pun memicu beragam respons dari warganet. Sebagian mendukung sikap yang disampaikan dan menilai perlunya penguatan nilai moral serta pengawasan sosial. Namun, tidak sedikit pula yang mengkritisi pernyataan tersebut dan menyoroti pendekatan yang digunakan dalam membahas isu sensitif seperti LGBT.
Fenomena yang diangkat dalam video itu kembali membuka diskusi publik tentang dinamika sosial di Jawa Barat. Isu LGBT memang kerap menjadi perdebatan di ruang publik, terutama ketika dikaitkan dengan aspek moral, agama, kesehatan, dan regulasi daerah.
Sebagai wakil rakyat di tingkat provinsi, pernyataan Agung Yansusan mencerminkan pandangan politik yang ia sampaikan kepada publik melalui media sosial. Media sosial sendiri kini menjadi salah satu kanal komunikasi yang efektif bagi pejabat publik untuk menyampaikan sikap, pandangan, maupun respons terhadap isu yang tengah berkembang.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, unggahan Agung.yansusan tersebut menunjukkan bagaimana isu sosial dapat dengan cepat menjadi perhatian luas ketika dibagikan melalui platform digital. Diskursus yang muncul pun mencerminkan beragam perspektif masyarakat dalam menyikapi fenomena yang terjadi di lingkungan mereka.
Isu ini diperkirakan masih akan menjadi perbincangan publik, seiring dengan respons masyarakat dan kemungkinan langkah kebijakan yang akan diambil pemerintah daerah dalam menanggapi dinamika sosial di Jawa Barat.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Anggia Ananda Safitri)










