Aksi Mogok Sopir Truk Protes ODOL Picu Sayur Gagal Kirim, Petani Lembang Rugi dan Harga Pasar Naik

Sopir truk aksi ODOL
Ilustrasi (X/pekalongan_info)
-

Tidak ada video disisipkan.

BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Puluhan ton hasil panen petani di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, tidak dapat dikirim akibat aksi mogok sopir truk yang memprotes kebijakan baru terkait Over Dimension and Over Load (ODOL). Kondisi ini menyebabkan kerugian besar bagi para petani sayuran.

Salah satu juragan sayur di Lembang, Widi, mengungkapkan kendaraan pengangkut tidak dapat masuk ke wilayah Lembang karena terhambat aksi demonstrasi para sopir truk.

“Dampaknya truk pengangkut sayuran gagal kirim ke pasar di wilayah Jabodetabek. Jadi jelas rugi,” tuturnya, dikutip Sabtu (21/6/2025).

Ia menjelaskan dalam satu kali pengiriman, biasanya didistribusikan sekitar 3 hingga 5 ton sayuran.

“Di kawasan ini saja, dalam sehari pengiriman bisa mencapai 50 ton, belum termasuk dari daerah lain. Bisa dibayangkan seberapa besar kerugian yang harus ditanggung,” ujarnya.

Ia menambahkan, beberapa sopir truk sayuran bahkan terpaksa beroperasi secara sembunyi-sembunyi untuk menghindari hambatan akibat aksi unjuk rasa. Namun, setelah aksi tersebut, pihak pemerintah memberikan jaminan bahwa sopir truk tidak akan dikenai tindakan di lapangan.

Masalah lain yang muncul, menurutnya, adalah banyaknya stok sayuran yang membusuk karena tertahan. Ditambah lagi cuaca ekstrem yang tak menentu turut memengaruhi hasil panen, sehingga menyebabkan harga sejumlah komoditas sayuran melonjak di pasaran.

Baca Juga:

Modal Operasional Industri Makin Membengkak, Kemenperin Terapkan Program Zero ODOL

Supir Truk Rem Blong di Tol Cipularang KM 92 Jalani Perawatan Intensif

Seorang pedagang sembako di Pasar Tagog Padalarang, Rivo, membenarkan adanya lonjakan harga sayuran akibat aksi mogok sopir truk terkait aturan ODOL. Kenaikan harga sudah terasa sejak dua hari terakhir, terutama pada komoditas seperti tomat, bawang merah, dan cabai.

Selama ini, Rivo mendapatkan pasokan sayuran dari Pasar Caringin yang menerima suplai dari wilayah pertanian di Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur. Namun, dengan pemberlakuan aturan ODOL, truk pengangkut harus mengurangi kapasitas muatan, yang turut memengaruhi kelancaran distribusi.

(Virdiya/_Usk)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
bank bjb Dukung Sport Tourism dan Gaya Hidup Sehat via Suroboyo 10K di Kota Surabaya
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Cimahi Perkuat Pengelolaan Sampah Tingkat RT
Pendaftaran SPMB Kota Bandung Jenjang SD dan SMP Tahap 1 2026 Dibuka
Pemprov Jabar Raih Penghargaan Pemda Terbaik Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Stunting
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
Berita Lainnya

1

Tips Mengobati Luka Melepuh Akibat Gigitan Tomcat, Jangan Digaruk!

2

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi

3

6 Daftar Wisata, Dulu Favorit Sekarang Ditinggal Pengunjung

4

Titi DJ & Thomas Djorghi Rilis Duet Bertemu 5000 Detik

5

Profil Lengkap Budi Arie Menteri Komunikasi dan Informatika
Headline
Desk Layanan Terpadu SPMB Kota Bandung Permudah Warga, Semua Kendala Terselesaikan di Satu Tempat
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri