JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – Menghadapi potensi lonjakan arus balik mudik gelombang kedua, Korps Lalu Lintas Polri menyiapkan skenario bertahap guna menjaga kelancaran kendaraan menuju Jakarta.
Kepala Korlantas Polri, Agus Suryonugroho, menegaskan bahwa pihaknya akan memulai rekayasa lalu lintas berupa one way lokal sebagai langkah awal untuk mengurai kepadatan. Skema ini direncanakan berlaku dari KM 188 Tol Cipali atau KM 263 Tol Pejagan.
“Langkah ini kami siapkan untuk mempercepat arus kendaraan dari Trans Jawa yang menuju Jakarta, terutama menjelang puncak arus balik,” ujar Agus.
Ia menambahkan, kebijakan tersebut bersifat fleksibel dan sangat bergantung pada kondisi di lapangan. Jika arus kendaraan dari wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur masih tinggi, maka rekayasa akan diperluas hingga KM 414 Tol Kalikangkung.
“Kami terus memantau dinamika lalu lintas. Jika diperlukan, one way lanjutan akan langsung diterapkan,” katanya.
Baca JUga:
Arus Balik Lebaran 2026: Lonjakan Terjadi di Tol, Kereta, hingga Bandara
Di sisi lain, Korlantas juga menyoroti faktor kelelahan pemudik sebagai salah satu penyebab perlambatan arus. Banyak pengendara memilih berhenti di bahu jalan maupun rest area, yang kini sebagian besar sudah dalam kondisi penuh.
“Kepadatan mulai terasa di beberapa titik karena rest area tidak mampu menampung kendaraan. Ini menjadi salah satu hambatan di lapangan,” jelas Agus.
Meski demikian, secara umum arus kendaraan di ruas tol utama masih relatif terkendali, terutama pada malam hari dengan kecepatan rata-rata yang masih cukup stabil. Namun berbeda halnya dengan jalur arteri, yang justru menunjukkan kepadatan lebih tinggi saat tidak ada rekayasa lalu lintas.
Korlantas pun mengimbau masyarakat untuk tetap memperhatikan kondisi fisik selama perjalanan dan memanfaatkan waktu istirahat secara bijak agar tidak menambah beban kepadatan di jalur utama arus balik.











