BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Di tengah dominasi dan pencapaian besarnya dalam dua musim terakhir, Aryna Sabalenka ternyata menyimpan pergulatan pribadi yang tidak kalah berat dari pertarungan di lapangan. Petenis peringkat 1 dunia itu melakukan pengakuan jujur tentang kesulitannya memilih antara mempertahankan kejayaan karier atau mulai membangun keluarga, impian lama yang terus tertunda.
Meski baru saja menutup musim dengan performa impresif hingga menembus final French Open dan memenangkan US Open 2025, Sabalenka menyebut dirinya “kelelahan” secara emosional dalam memikirkan masa depan. Ia mengaku bahwa tekanan untuk terus berada di puncak membuat rencana membangun keluarga sering kali harus dikorbankan.
Dalam wawancara bersama Alexander Sokolovskiy di YouTube, Sabalenka menuturkan bahwa mimpinya memiliki anak tak pernah padam, namun realitas sebagai atlet elite membuat semuanya menjadi lebih rumit.
“Saat usia 18 tahun, saya pikir di usia 25 saya sudah memenangkan semua yang saya mau, punya anak, lalu kembali bertanding dan tetap menang. Sampai usia 27 ini, saya kembali berpikir… mungkin nanti. Kita teruskan saja. Saya ingin melihat seberapa jauh saya bisa melangkah,” jelas Sabalenka, dikutip Jumat (14/11/2025).
Baca Juga:
Aryna Sabalenka Tumbangkan Cori Gauff, Lolos ke Semifinal WTA Finals 2025
Aryna Sabalenka Akhiri Dominasi Swiatek di French Open
Juara empat kali Grand Slam itu menambahkan bahwa ia telah memiliki “gambaran kasar” tentang masa depannya, namun belum berani menentukan langkah pasti.
“Saya ingin mulai membangun keluarga dalam lima tahun ke depan dan mungkin kembali lagi, tergantung fase hidup saya nanti. Kalau saya bisa berhenti sekarang, saya akan melakukannya. Saya mencintai anak-anak, mereka juga tampaknya menyukai saya. Tetapi saat ini, saya punya prioritas,” tegasnya.
Komentar ini mencerminkan bahwa, meski tak terkalahkan di lapangan, Sabalenka justru tumbang oleh dilema yang kerap dialami atlet perempuan: mengejar kejayaan atau menanggalkan raket demi keluarga.
Sabalenka telah menorehkan karier luar biasa dalam beberapa tahun terakhir. Ia mendominasi posisi nomor satu dunia sepanjang musim 2025, menjadi juara US Open, tampil sebagai runner-up di Australian Open dan French Open, serta masuk final WTA Finals di Riyadh.
Namun di balik semua itu, ia masih harus menunda mimpi membangun keluarga, sesuatu yang sempat ia utarakan sejak lama. Ia juga menyadari adanya contoh inspiratif dari petenis lain seperti Serena Williams, Kim Clijsters, Elina Svitolina, dan Naomi Osaka, yang kembali ke kompetisi setelah melahirkan. Meski demikian, Sabalenka belum yakin apakah jalur itu akan ia tempuh.
Setelah menyelesaikan musim panjang, Sabalenka kini memilih menjauh sebentar dari dunia tenis dan menikmati liburan di Maldives. Lewat unggahan Instagram-nya, ia menuliskan singkat, “Waktu untuk berlibur,” seolah menjadi kode bahwa ia butuh ruang untuk bernapas dari tekanan berat sebagai nomor satu dunia.
(Budis)











