JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Pengakuan berani aktris Aurelie Moeremans melalui memoarnya berjudul Broken Strings membuka kembali fakta mengejutkan soal pernikahan di bawah umur antara dirinya dan aktor Roby Tremonti.
Sejak awal, pernikahan tersebut memang menuai kontroversi. Aurelie secara terbuka mengungkap bahwa janji suci yang ia jalani tidak sah secara hukum maupun agama.
Saat itu, ia masih berusia di bawah umur dan tidak didampingi orang tua, kondisi yang membuat banyak pihak menilai pernikahan tersebut bermasalah sejak awal.
Pengakuan soal Pernikahan Diam-Diam
Dalam unggahan lama di media sosial yang kembali beredar, Aurelie menyebut tidak ada gereja yang bersedia menikahkan mereka secara resmi. Alasannya, orang tua mempelai perempuan tidak hadir dan sejumlah syarat gerejawi tidak terpenuhi.
Bahkan, Aurelie mengungkap dugaan bahwa Roby menyuap pihak gereja agar bersedia melangsungkan pernikahan secara diam-diam tanpa pencatatan sipil.
Menurut pengakuannya, Roby harus mengeluarkan puluhan juta rupiah demi menemukan gereja yang mau menikahkan mereka.
“Akhirnya dia keliling berpuluh-puluh gereja. Ada yang minta berapa puluh juta, dan bisa dibisa-bisain. Akhirnya mereka ketemu gereja yang bisa nikahin dua orang, tanpa ada orang tua, tanpa latihan dulu,” tulis Aurelie dalam unggahan Facebook, melansir Indopop, Selasa (13/1/2026).
Pengakuan tersebut kembali memicu perdebatan publik, khususnya terkait praktik pernikahan anak, celah hukum, serta lemahnya pengawasan institusi keagamaan dan negara pada masa itu.
Dua Tahun Pernikahan Penuh Tekanan
Aurelie mengaku menjalani pernikahan tersebut selama dua tahun, sebelum akhirnya memutuskan berpisah pada 2013. Selama periode itu, ia menyebut mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta dipaksa bekerja oleh Roby.
Pengalaman tersebut menjadi bagian penting dalam memoar Broken Strings, yang menggambarkan bagaimana relasi kuasa, tekanan psikologi dan ketergantungan emosional membentuk lingkaran kekerasan yang sulit dihindari, terutama bagi korban yang masih sangat muda.
Baca Juga:
Link Download Buku Broken Strings Aurelie Moeremans, Gratis Versi Indonesia-Inggris!
Cara Dapatkan Buku Fisik Broken Strings Karya Aurelie Moeremans, Ini Panduan Resminya
Jejak Digital Laporan Child Grooming
Kisah ini juga mengingatkan publik pada jejak digital tahun 2010, ketika Aurelie dan ibunya Sri Sumarti mendatangi Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk melaporkan dugaan child grooming oleh Roby.
Saat itu, usia Roby terpaut sekitar 11 tahun lebih tua dari Aurelie.
Ketua KPAI kala itu, Hadi Supeno, menyatakan laporan tersebut diterima namun masih dalam tahap analisis dan membutuhkan klarifikasi dari masing-masing pihak.
Sebelum ke KPAI, Aurelie dan ibunya juga sempat mendatangi Komisi Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) di bawah binaan Seto Mulyadi. Namun hingga saat itu, tidak pernah ada kejelasan atas hasil mediasi yang dilakukan.
Broken Strings dan Isu yang Tak Pernah Usai
Memoar Broken Strings tidak hanya menjadi catatan personal Aurelie Moeremans, tetapi juga membuka kembali diskusi publik soal pernikahan anak, KDRT, dan perlindungan anak yang hingga kini masih menjadi persoalan serius.
Pengakuan Aurelie dinilai sebagai bentuk keberanian untuk merebut kembali kendali atas narasi hidupnya sendiri. Publik kini menanti, apakah kisah ini hanya akan menjadi refleksi sosial, atau justru mendorong evaluasi lebih luas terhadap sistem perlindungan anak dan perempuan di Indonesia.
Satu hal yang jelas, luka lama itu tidak pernah benar-benar hilang—ia hanya menunggu waktu untuk akhirnya diceritakan.
(Dist)











