BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID -Pasar laptop gaming kelas menengah kembali diramaikan oleh kehadiran Axioo Pongo 755, lini terbaru dari Axioo yang menyasar pengguna yang ingin mencicipi GPU RTX 50 Series dengan banderol lebih rasional.
Perangkat ini diperlihatkan lewat sesi unboxing di kanal YouTube Kudet Random, yang dikenal fokus pada impresi awal dan pembahasan fisik produk sebelum masuk ke pengujian performa mendalam.
“Ini menarik banget, karena Pongo 755 jadi salah satu opsi laptop dengan RTX 50 Series termurah saat ini,” ujar Kudet Random dalam videonya.
Masih Pakai Core i7-13620H, Dipadukan RTX 5050
Axioo Pongo 755 membawa prosesor Intel Core i7-13620H, yang juga digunakan pada seri Pongo 775. Di sektor grafis, laptop ini mengandalkan NVIDIA GeForce RTX 5050 dengan VRAM 8GB, menjadikannya pintu masuk ke ekosistem RTX 50 Series untuk kelas harga lebih rendah.
Berdasarkan tampilan awal unit yang diuji, GPU RTX 5050 akan aktif secara otomatis saat beban kerja berat, sementara dalam kondisi idle sistem berjalan di GPU terintegrasi.
Konfigurasi awalnya dibekali:
RAM 16GB DDR5 5200 MHz
SSD NVMe 512GB
GPU RTX 5050 8GB
Intel Core i7-13620H
Layar 165Hz dan Resolusi 16:10
Dari sisi visual, Axioo Pongo 755 dibekali layar 16 inci resolusi Full HD+ (1920 x 1200) dengan rasio 16:10 serta refresh rate 165Hz, menjadikannya selaras dengan standar laptop gaming modern.
Pengaturan refresh rate 165Hz sudah dapat diakses langsung dari sistem Windows, bukan lagi terbatas di 144Hz seperti generasi sebelumnya.
Adaptor 180 Watt dan Sistem Pendingin Empat Exhaust
Salah satu aspek yang disorot dalam unboxing adalah pemilihan adaptor daya.
“Ini baru laptop gaming, dikasih adaptor 180 watt. Aman buat performa,” kata Kudet Random, membandingkannya dengan laptop lain yang masih mengandalkan adaptor 135 watt.
Sistem pendingin Pongo 755 menggunakan konfigurasi empat jalur exhaust, dengan intake utama di bagian bawah bodi. Kecepatan kipas maksimum tercatat mendekati 5.700 RPM, lebih rendah dibanding beberapa kompetitor, namun dinilai masih dalam batas wajar untuk kelasnya.
Software Kontrol dan Mode Performa
Axioo menyertakan software Control Center untuk mengatur:
Mode performa (Performance, Entertainment, Quiet)
Fan speed manual hingga turbo
Pengaturan charging limit baterai
Single color backlit keyboard
Monitoring CPU & GPU
Keyboard Pongo 755 hanya mendukung single color backlit, bukan RGB multi-zona, yang wajar mengingat posisinya sebagai varian lebih terjangkau.
Bobot 2,3 Kg dan Port Lengkap
Dalam sesi penimbangan, Pongo 755 tercatat memiliki bobot sekitar 2,3 kg, yang tergolong normal untuk laptop gaming 16 inci.
Konfigurasi port-nya meliputi:
LAN port
HDMI
USB Type-C
Beberapa USB Type-A
Audio combo jack
Tanpa SD Card Reader
Upgrade SSD dan RAM Tak Hanguskan Garansi
Axioo tetap mempertahankan kebijakan ramah pengguna untuk upgrade mandiri.
“Upgrade SSD dan RAM itu tidak menghanguskan garansi,” ditegaskan Kudet Random, seraya menunjukkan thermal pad dan baut tambahan yang disertakan dalam paket.
Kebijakan ini juga dikonfirmasi berlaku untuk lini lain Axioo seperti Hype Series.
Full Review Akan Dibahas di Kudet Tech
Meski impresi awal sudah dipublikasikan, pihak Kudet menegaskan bahwa pembahasan performa, suhu, gaming, baterai, dan produktivitas akan diulas lebih lengkap di kanal Kudet Tech.
“Untuk performa gaming, suhu, dan baterai, nanti full review-nya ada di Kudet Tech,” jelas Kudet Random dalam penutup video.
Berdasarkan impresi awal, Axioo Pongo 755 tampil sebagai alternatif laptop gaming RTX 50 Series yang lebih ramah di kantong, tanpa memangkas aspek fundamental seperti refresh rate layar, kapasitas daya adaptor, dan kemudahan upgrade.
Namun, performa riil dalam gaming dan beban berat tetap perlu diuji lebih lanjut melalui pengujian independen sebelum dapat dinilai secara menyeluruh.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)










