BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Intel kembali mengubah peta persaingan prosesor laptop. Intel resmi memperkenalkan Intel Core Ultra Series 3 pada awal Januari 2026, prosesor yang dirancang khusus untuk laptop tipis dan ringan, namun membawa lompatan performa besar terutama di sisi grafis terintegrasi (IGP).
Dalam pengujian awal, IGP Intel Arc generasi terbaru di prosesor ini bahkan diklaim mampu mendekati performa GPU diskrit RTX 4050 laptop, sebuah capaian yang sebelumnya sulit dibayangkan untuk laptop tanpa kartu grafis terpisah.
“Ini benar-benar IGP, bukan GPU diskrit. Tapi performanya sudah di level yang dulu hanya bisa dicapai laptop gaming,” ujar Dedy Irvan dalam ulasan videonya di YouTube.
Lompatan Besar di Grafis Terintegrasi
Core Ultra Series 3 yang dikenal dengan nama kode Panther Lake mengusung arsitektur GPU Intel Arc Xe3. Pada konfigurasi tertinggi, IGP Intel Arc B390 dibekali 12 Xe-Core, naik signifikan dari generasi sebelumnya yang hanya 8 Xe-Core.
Intel mengklaim peningkatan performa grafis hingga 77 persen dibandingkan Core Ultra Series 2. Klaim ini terbukti di pengujian 3DMark Time Spy, di mana Arc B390 mencetak skor sekitar 7.170 poin, hanya terpaut sekitar 15 persen dari RTX 4050 laptop 75 watt.
“Untuk ukuran IGP dengan TDP dasar 25 watt, ini sudah keterlaluan kencangnya. Selisihnya dengan RTX 4050 bahkan sudah tipis,” tulis Jagat Review dalam analisis performanya.
Tak hanya itu, IGP ini sudah mendukung multi frame generation lewat teknologi Intel XeSS generasi terbaru, yang memungkinkan satu frame asli menghasilkan hingga tiga frame tambahan. Hasilnya, game AAA modern bisa berjalan di frame rate ratusan FPS tanpa harus menurunkan kualitas grafis secara drastis.
Baca Juga:
Acer Pamer Laptop AI 2026 di CES: Bobot di Bawah 1 Kg, Core Ultra Series 3 hingga Predator RTX 5070
Persaingan Laptop Rp6 Jutaan Makin Ketat, Merek Lokal dan Global Adu Spesifikasi
Performa CPU & AI Ikut Naik
Dari sisi CPU, Core Ultra Series 3 menggunakan arsitektur terbaru dengan kombinasi Performance Core, Efficient Core, dan Low Power Efficient Core. Meski jumlah performance core berkurang dibanding seri H sebelumnya, efisiensi meningkat berkat proses fabrikasi Intel 18A dengan transistor RibbonFET.
Dalam pengujian Cinebench R23, skor multi-core menembus 19.472 poin, jauh di atas Core Ultra generasi sebelumnya. Sementara di skenario kerja nyata seperti Adobe Premiere Pro dan DaVinci Resolve, prosesor ini mencatat waktu render yang mendekati bahkan mengungguli laptop dengan GPU diskrit kelas menengah.
Kemampuan AI juga diperkuat. Meski NPU hanya naik tipis ke 50 TOPS, Intel justru mengandalkan kekuatan AI di IGP yang kini mencapai 120 TOPS, membuat akselerasi AI tak lagi bergantung pada NPU semata.
Laptop Tipis, Performa “Gila”, Baterai Tetap Irit
Pengujian dilakukan menggunakan ASUS Zenbook Duo 2026 dengan Core Ultra X9 Series, RAM LPDDR5X 9600 MHz dual-channel, dan baterai 99 Wh. Meski punya dua layar, laptop ini mampu bertahan hingga 23 jam untuk pemutaran video lokal Full HD nyaris menyamai rekor laptop ultra-irit generasi sebelumnya.
“Biasanya performa tinggi identik dengan boros daya. Tapi ini justru sebaliknya—kencang, tapi tetap irit,” kata Dedy Irvan.
Kesimpulan: Standar Baru Laptop Tipis 2026
Core Ultra Series 3 menandai perubahan besar: laptop tipis dan ringan tak lagi identik dengan performa pas-pasan. Dengan IGP yang mendekati GPU diskrit, performa CPU dan AI yang melonjak, serta efisiensi daya tinggi, laptop 2026 berpotensi menggantikan laptop gaming lama untuk banyak pengguna.
“Inilah prosesor laptop tipis yang selama ini ditunggu. Core banyak, grafis kencang, tapi tetap efisien,” simpul Jagat Review.
Dengan hadirnya Core Ultra Series 3, persaingan laptop tipis 2026 dipastikan bakal semakin panas dan untuk pertama kalinya, IGP Intel benar-benar naik kelas.
(Magang UIN Sunan Gunung Djati/Fathir Fahrezi Fardiansyah)











