JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Sebanyak 22 korban meninggal dunia pada kebakaran Gedung Terra Drone di kawasan Kemayoran, Jakarta Pusat, Selasa (9/12/2025). Sementara itu, 54 orang berhasil dievakuasi, termasuk 19 karyawan yang diselamatkan melalui proses dramatis di bagian atap bangunan.
Kepala Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan DKI Jakarta, Bayu Meghantara mengatakan, timnya harus menggunakan tangga hidrolik untuk mengevakuasi karyawan yang terjebak di lantai atas gedung.
“Pintu darurat ada di bagian atas. Alhamdulillah, 19 orang berhasil kami selamatkan,” ujar Bayu di lokasi kejadian, Selasa (9/12/2025).
Bayu juga menyampaikan bahwa sebagian korban selamat mengalami luka ringan, termasuk satu petugas damkar yang mendapat cedera saat proses evakuasi.
54 Selamat, 22 Meninggal Dunia
Kapusdatin BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengungkapkan total korban yang tercatat mencapai 76 orang. Dari jumlah itu, 54 orang berhasil diselamatkan, sementara 22 lainnya ditemukan meninggal dunia, terdiri dari 15 perempuan dan 7 laki-laki.
Daftar Korban Meninggal (BPBD DKI Jakarta)
Laki-laki (7):
- Aril
- Apri
- Yoga
- Cendy
- Reyhan
- Mirza
- Saiful
Perempuan (15):
- Ninda
- Pariyem
- Novia
- Nisa
- Jazel
- Risda
- Asyifa
- Della
- Siti
- Amelia
Baca Juga:
Video Kebakaran Gedung Terra Drone, 19 Karyawan Panik Bergelantungan
Pasca Kebakaran Hebat, Kampung Adat Waru Wora Bakal Direkonstruksi Ulang
Kemensos Lakukan Asesmen dan Pendataan Korban
Kementerian Sosial RI memastikan turun langsung melakukan asesmen terhadap para korban dan keluarga terdampak. Menteri Sosial, Saifullah Yusuf (Gus Ipul), mengatakan pihaknya memastikan dukungan diberikan secara cepat dan tepat.
“Kemensos memastikan asesmen berjalan optimal agar korban dan keluarga mendapat dukungan yang diperlukan,” kata Gus Ipul dalam pernyataan tertulis.
Berdasarkan temuan awal, kebakaran diduga dipicu gangguan listrik yang menyebabkan ledakan di lantai dua, lalu api menyebar dengan cepat ke seluruh bangunan tujuh lantai. Namun, penyebab pasti masih menunggu hasil penyelidikan kepolisian.
Gus Ipul menegaskan Kemensos telah melakukan pendataan lengkap sebagai dasar penyaluran santunan duka, layanan psikososial, serta intervensi perlindungan sosial lainnya. Koordinasi juga dilakukan dengan Pemprov DKI Jakarta, Pemkot Jakarta Pusat, Dinas Sosial, BPBD, dan unsur terkait lainnya.
“Kami memastikan seluruh korban mendapatkan dukungan yang dibutuhkan,” ujarnya.
(Dist)











