BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Strategi memperkuat ekosistem pasar modal Indonesia terus digencarkan. Asosiasi Pengelola Reksa Dana Indonesia (APRDI) resmi menggandeng Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Self Regulatory Organization (SRO) untuk meluncurkan program Sosialisasi dan Edukasi Reksa Dana 2026 (SOSEDU APRDI 2026).
Inisiatif kolaboratif ini bertujuan untuk mengonversi potensi besar masyarakat usia produktif menjadi investor yang cerdas dan disiplin melalui instrumen Reksa Dana.
Dukungan penuh dari OJK terlihat nyata dalam rangkaian roadshow di berbagai kota, termasuk di Bandung yang berlangsung pada Senin (20/4/2026).
Kepala OJK Provinsi Jawa Barat, Darwisman, menegaskan bahwa kualitas informasi adalah kunci keberhasilan inklusi keuangan.
“Kami menjadikan media sebagai mitra strategis. Melalui kelas edukasi bagi jurnalis, kami ingin memastikan informasi yang sampai ke publik akurat dan edukatif, sehingga masyarakat tidak hanya ikut-ikutan, tetapi menjadi investor yang bijak dan bertanggung jawab,” ujar Darwisman.
Sementara itu, Kepala Direktorat Pengawasan Pengelolaan Investasi 2 OJK, Evie Sulistyani, menyoroti pentingnya program PINTAR Reksa Dana (Program Investasi Terencana dan Berkala). Menurutnya, meski jumlah investor terus tumbuh, angkanya masih kecil dibanding total populasi.
“PINTAR Reksa Dana adalah langkah strategis untuk menjembatani potensi tersebut dan menumbuhkan budaya investasi yang disiplin serta berorientasi jangka panjang,” jelas Evie.
Baca Juga:
Waspada Surat Perjanjian Palsu Mengatasnamakan Kepala OJK Jabar
Pemkot Bandung, OJK Jabar, dan Dilans Indonesia Perkuat Inklusi Keuangan Disabilitas
Momentum Pertumbuhan Dana Kelolaan 2025
Langkah masif OJK dan APRDI ini didasari oleh performa industri yang sangat impresif pada tahun 2025. Berdasarkan data terbaru, industri Reksa Dana mencatatkan terjadi
Dana kelolaan (AUM) industri Reksa Dana di Indonesia pada akhir tahun 2025 mengalami pertumbuhan sebesar 35,06% menjadi sebesar Rp679,24 triliun jika dibandingkan akhir tahun 2024 sebesar Rp502,92 triliun.
Sedangkan secara total dana kelolaan investasi mengalami kenaikan sebesar 25,19% dari Rp804,87 triliun pada akhir 2024 menjadi Rp1.007,65 triliun pada akhir 2025.
Direktur Eksekutif Dewan APRDI, Mauldy Rauf Makmur, menyebutkan bahwa dominasi investor muda (bawah 30 tahun) yang mencapai 54,24% dari total 19,2 juta SID menjadi momentum emas yang harus dikelola dengan edukasi yang tepat.
Edukasi Kreatif dan Kompetisi Berhadiah Puluhan Juta
Sebagai bagian dari kampanye #ReksaDanaAja, SOSEDU APRDI 2026 tidak hanya berisi seminar formal, tetapi juga kompetisi kreatif untuk menjangkau generasi muda dan jurnalis secara lebih dekat.
1. Lomba Penulisan Artikel Jurnalis
Mendorong pemberitaan yang mendalam mengenai prinsip investasi.
2. Kompetisi Instagram Reels Mahasiswa
Mengajak mahasiswa dari berbagai universitas seperti UMB, UIN, UPI, hingga UNIBI untuk menciptakan konten edukatif.
Adapun APRDI telah menyiapkan total hadiah sebesar Rp55 Juta. Puncak dari seluruh rangkaian ini akan diselenggarakan pada 27 April 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, yang akan menandai dimulainya Pekan Reksa Dana 2026.
Komitmen Masa Depan: Task Force Pasar Modal
Guna memastikan keberlanjutan industri, OJK telah membentuk tim kerja (task force) bersama pelaku industri. Tim ini bertugas mendiskusikan pengembangan pasar modal sesuai amanat UU P2SK, memastikan bahwa pertumbuhan yang terjadi di tahun 2025 dapat berlanjut secara selaras dan berkelanjutan di masa depan.











