ESDM akan Buktikan Kualitas BBM Etanol 10 Persen Lewat Uji Coba, Kapan?

bbm etanol 10 persen-1
(pixabay)
-

Tidak ada video disisipkan.

JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana melakukan uji kecocokan bahan bakar minyak (BBM) dengan campuran etanol 10 persen (E10) untuk kondisi iklim tropis seperti di Indonesia. Pada tahap pengujiannya, ESDM akan menggandeng sejumlah industri otomotif nasional guna memastikan kesiapan dan kesesuaian teknologi kendaraan terhadap bahan bakar tersebut.

Rencana langkah itu,  diutarakan oleh Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, usai penandatanganan nota kesepahaman di kantor Kementerian ESDM, Jakarta.

“Jadi pengujiannya menyeluruh, statistiknya mesin-mesin seperti apa, korosif atau nggak, filternya diganti berapa, atau karetnya seperti apa, ini nanti akan persis seperti (uji) biodiesel,” ujar Eniya Listiani Dewi melansir Antara, Sabtu (18/10/2025)

Pengunjian itu dilakukan untuk merespon kekhawatiran publik terhadap penggunaan BBM bercampur etanol, terutama di wilayah beriklim tropis.

BACA JUGA:

BBM Etanol 10 Persen Wajib di Indonesia 2026 ! Pengganti Pertalite?

Digadang Bensin Progresif, Tapi di Negara Ini BBM Etanol Tuai Keluhan Warga!

Dari isu yang berkembang belakangan ini, bahan bakar dengan kandungan etanol dikhawatirkan dapat menimbulkan efek korosi pada komponen kendaraan atau menurunkan performa mesin.

Lebih lanjut, Eniya menjelaskan bahwa implementasi bioetanol masih dalam tahap persiapan dan direncanakan akan diterapkan dalam 2–3 tahun ke depan. Hal ini memberikan waktu bagi pemerintah untuk melakukan pembaruan data teknis serta penyempurnaan regulasi pendukungnya.

“Dua-tiga tahun ke depan, sekitar 2028,” kata Eniya.

Ia juga menekankan bahwa penerapan bioetanol belum bersifat mandatori. Saat ini, Pertamina masih menjalankan uji pasar melalui produk Pertamax Green, yang memanfaatkan campuran etanol dalam jumlah terbatas. Dengan demikian, masyarakat masih memiliki pilihan untuk menggunakan jenis BBM lain sesuai kebutuhan.

“Nanti bioetanol kami mandatorikan ke wilayah non-PSO dulu, seperti sekarang uji pasar yang 5 persen kan sudah berjalan,” tambahnya.

(Saepul)

Baca berita lainnya di Google News dan Whatsapp Channel
Berita Terkait
Berita Terkini
OJK Jabar
Penipuan Investasi Mantan Pegawai Bank Mandiri Taspen di Purwokerto, OJK Minta Korban Segera Melapor
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
500 Musisi Meriahkan Bandung Kota Angklung Festival 2026
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Pameran Persib Hadir di Braga, Suguhkan Identitas Bobotoh Melalui Karya Seni
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
Dihadiri Bupati Bandung, KH Ubaidillah Ruhiat Lantik Wakil Ketua DPR RI Jadi Ketua Alumni Cipasung
maroko brazil
Prediksi Skor Maroko vs Norwegia: Duel Dua Tim Kuda Hitam Piala Dunia 2026
Berita Lainnya

1

Threads Melonjak Pesat, Jadi Penantang X Milik Elon Musk

2

Brace Cristiano Ronaldo Warnai Kemenangan Al Nassr atas Al Gharafa di Liga Champions Asia

3

4

AC Milan Bawa Pulang Kemenangan Setelah Taklukan Como 2-1

5

Sejumlah Ruko di Pasar Soreang Ambruk, Petugas Lakukan Evakuasi
Headline
rupiah hari ini
Rupiah Diprediksi Tembus Rp19.000 Akhir Juni 2026, The Fed Jadi Sorotan!
Farhan Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Farhan: Bandung Siap Jadi Kota Terdepan Implementasi AI Pelayanan Publik
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
Darurat Sampah Tidak Disetujui, Pemkot Bandung Siapkan Solusi Mandiri
dadan
Geser Dadan Hindayana, Prabowo Tunjuk Naniek Deyang Jadi Kepala BGN yang Baru