BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Pembalap Fabio Quartararo mengaku syok saat menyaksikan kecelakaan hebat yang dialami Alex Marquez pada balapan MotoGP Catalunya. Rider andalan tim Monster Energy Yamaha MotoGP itu bahkan mengaku merinding melihat kondisi sang rival usai insiden keras tersebut.
Dalam balapan yang berlangsung dramatis di Catalunya, Alex Marquez menjadi salah satu pembalap yang mengalami kecelakaan cukup serius. Motornya terpental keras ke lintasan, sementara dirinya langsung mendapatkan penanganan medis dan dilarikan ke rumah sakit untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Quartararo mengatakan momen itu sangat mengganggu konsentrasinya, terutama karena ia melihat langsung kondisi Alex yang terkapar usai insiden.
“Tidak mudah untuk memulai kembali setelah melewati jembatan di Tikungan 10 dan melihat Alex tergeletak di lintasan. Saya merinding,” ujar Quartararo kepada media usai balapan.
Ia juga menyoroti proses restart berulang yang menurutnya cukup berisiko bagi para pembalap.
“Restart kedua juga tidak mudah. Hal paling berbahaya adalah start, dan saya tidak menyukainya. Saya hanya berharap semua pembalap yang cedera bisa segera pulih. Itu bukan hari yang mudah.”
Selain menyoroti insiden kecelakaan, Quartararo juga meluapkan kekecewaannya terhadap performa motor Yamaha yang dinilai belum menunjukkan perkembangan signifikan.
Juara dunia MotoGP 2021 itu mengaku frustrasi karena timnya masih kesulitan menemukan solusi untuk meningkatkan performa motor, terutama dalam sektor kecepatan puncak dan kemampuan menikung.
“Saya cukup lelah. Kami sempat menjalani setengah balapan pada start pertama sehingga meninggalkan banyak bekas karet di lintasan. Saat restart berikutnya grip memang lebih baik dan motor terasa sedikit berubah.”
Namun, menurutnya perubahan itu belum cukup untuk membuat Yamaha kompetitif.
“Masalahnya tetap sama. Kami belum menemukan cara untuk melangkah maju. Kecepatan menikung dan top speed masih jauh tertinggal, dan kami bahkan belum tahu bagaimana cara memperbaikinya. Itu yang membuat saya frustrasi,” tukasnya.







