BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan dampak guncangan gempa bumi M 6,5 di Sumenep, Jawa Timur, pada Selasa (30/9/2025).
Gempa yang berpusat di laut itu menyebabkan sejumlah warga luka-luka.
“Tercatat 3 orang luka-luka di Kabupaten Sumenep. Ketiganya telah mendapatkan perawatan medis di puskesmas,” ujar Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari, Jumat (3/10/2025).
Sementara itu, sekitar 373 KK atau 1.306 jiwa mengungsi, dengan 6 KK atau 16 jiwa tercatat terdampak langsung. Guncangan gempa itu berdampak di 6 kabupaten dan 1 kota.
“Kabupaten Sumenep tercatat sebagai wilayah paling terdampak, khususnya di Desa Pancor, Prambanan, dan Gayam, yang mengalami kerusakan cukup parah,” jelasnya.
Total sementara terdapat 25 rumah rusak berat, 22 rumah rusak sedang, 12 rumah rusak ringan, serta lebih dari 100 rumah terdampak lainnya.
Baca Juga:
Gempa Sumenep Perparah Evakuasi Korban Reruntuhan Ponpes di Sidoarjo
Selain itu, 12 fasilitas ibadah, 2 fasilitas kesehatan, 5 fasilitas pendidikan, dan 1 rumah dinas juga dilaporkan rusak.
Gempa bumi M 6,5 mengguncang Sumenep dan sekitarnya, pukul 23.49 WIB, Selasa, 30 September 2025. Gempa berpusat di laut pada kedalaman 11 KM dengan koordinat 7.25 LS – 114.22 BT.
Hasil pemodelan BMKG menyatakan gempa ini tidak berpotensi tsunami, meskipun dirasakan kuat di sejumlah daerah.
Hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 4 aktivitas gempa bumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M 4.4.
(Anisa Kholifatul Jannah)











