JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, turut bereaksi terhadap pelaporan perkara menyangkut meme Ketua Umum Golkar Bahlil Lahadalia yang dianggap oenghinaan. Menurutnya, postingan lelucon yang diarahkan kepada Bahlil bersifat personal dan tidak didasarkan pada fakta yang objektif.
Idrus menilai, pandangan publik yang berkembang saat ini sudah menjurus pada upaya pembentukan citra negatif atau framing yang bermaksud menjatuhkan Bahlil.
“Framing negatif yang dilakukan oleh kelompok tertentu kepada Pak Bahlil ini cenderung kebablasan,” ujar Idrus melansir Tempo, Jumat (24/10/2025)
Seharusnya, kata Idrus, bentuk kritik yang sudah kelewat batas adalah kritik yang tidak berpijak pada nilai-nilai Pancasila. Ia menolak pandangan bahwa kebebasan berpendapat bisa digunakan sebebas-bebasnya dengan dalih demokrasi tanpa mempertimbangkan etika.
“Saya tidak sepakat praktik penyampaian kritik sebebas-bebasnya dengan berlindung di balik kata demokrasi,” ujarnya.
BACA JUGA:
Golkar Ungkap Tujuan Pelapor Perkarakan Akun Pengunggah Meme Bahlil, Bukan Kritikan Lagi?
Kader Golkar Lapor Pembuat Meme Bahlul ke Bareskrim: Menteri Bahlil Ngaku Tak Tahu
Lebih lanjut, Idrus menjelaskan bahwa dalam konteks demokrasi Pancasila, cara menyampaikan kritik seharusnya tetap memperhatikan nilai-nilai luhur bangsa. Kritik yang baik, kata dia, harus dilandasi oleh prinsip ketuhanan, kemanusiaan, serta semangat menjaga persatuan.
Selain menyoroti kritik yang tidak proporsional, Idrus juga menilai kinerja Bahlil selama satu tahun memimpin Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral cukup memuaskan. Ia menilai sejumlah capaian menunjukkan bahwa Bahlil bekerja dengan serius dan berorientasi pada hasil.
Karena itu, Idrus mengimbau agar jika ada pihak yang ingin menyampaikan kritik terhadap Bahlil, sebaiknya dilakukan dengan cara yang santun dan sesuai prinsip demokrasi.
“Jika ada kritik yang hendak disampaikan atas performa Bahlil, maka hendaknya dilontarkan lewat cara yang demokratis,” pungkasnya.
(Saepul)










