JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Islam Makhachev bersiap menjalani debutnya di kelas welter dengan menantang juara bertahan Jack Della Maddalena pada partai utama UFC 322 di Madison Square Garden, Sabtu (15/11/2025).
Pertarungan ini akan menentukan apakah mantan raja lightweight itu mampu menjadi kampiun dua divisi sekaligus.
Della Maddalena datang dengan catatan 18 kemenangan beruntun yang membuatnya dianggap sebagai ujian terberat bagi Makhachev. Meski demikian, banyak prediksi awal mengunggulkan petarung Dagestan itu berkat kekuatan grappling yang selama ini menjadi ciri khasnya.
Salah satu sosok yang sempat mendukung penuh Makhachev adalah mantan juara tiga divisi, Henry Cejudo. Namun jelang hari pertarungan, keyakinan Cejudo mendadak goyah. Penyebabnya, gegera komentar Makhachev yang ia nilai justru berbahaya.
Cejudo Khawatir Setelah Makhachev Singgung Duel Striking
Dalam podcast Pound 4 Pound, Cejudo mengaku awalnya yakin Makhachev bakal menguasai laga. Tetapi ia mulai ragu setelah mendengar sang mantan juara menyebut bahwa ia siap beralih ke permainan striking apabila wrestling tidak berjalan efektif.
“Ada sesuatu yang membuat saya khawatir,” ujar Cejudo, melansir Bloody Elbows, Jumat (14/11/2025).
“Islam mengatakan, ‘Kalau wrestling tidak berhasil, kami akan striking’. Ini bukan hal yang bagus ketika lawanmu memiliki serangan ke tubuh, tendangan, dan lutut berbahaya seperti Della Maddalena,” tambahnya.
Cejudo menilai, gaya bertarung Della Maddalena yang agresif dan penuh variasi serangan membuat adu pukulan menjadi pilihan berisiko tinggi bagi Makhachev.
“Saya ingin mendukung Islam karena grappling-nya. Tapi komentarnya itu membuat saya sedikit ragu,” lanjutnya. “Satu-satunya cara Islam menang adalah lewat permainan grappling.”
Baca Juga:
Jadwal Terbaru UFC 322, Debut Islam Makhachev di Kelas Welter Lawan Jack Della Maddalena
Kamaru Usman Tanggapi Seruan ‘Blockbuster’ Islam Makhachev Jelang UFC 322
Pertarungan Dua Gaya Besar di Oktagon
UFC 322 menampilkan duel klasik antara striker teknis dan grappler dominan. Della Maddalena membawa kecepatan kombinasi dan pukulan bersih, sementara Makhachev mengandalkan teknik kontrol yang membentuk reputasinya sebagai salah satu petarung terbaik di era modern.
Pertanyaan besarnya adalah: apakah Makhachev akan disiplin pada keunggulan grappling-nya, atau ia benar-benar siap berduel di area yang justru menjadi wilayah berbahaya bagi lawannya?
Jawabannya akan tersaji di Madison Square Garden akhir pekan ini, dalam salah satu duel paling ditunggu pada tahun 2025.
(Dist)











