BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Petarung asal Dagestan, Islam Makhachev, akan menempuh tantangan baru dalam kariernya di UFC 322 mendatang. Juara kelas ringan (lightweight) UFC itu resmi naik ke kelas welter (170 lbs) untuk menantang juara bertahan asal Australia, Jack Della Maddalena (JDM).
Langkah berani Makhachev itu rupanya mendapat respek tinggi dari mantan rivalnya, Dan Hooker.
Hooker yang pernah ditundukkan Makhachev lewat submission pada UFC 267 tahun 2021, menilai keberanian sang juara naik kelas merupakan bukti mental juara sejati.
“Ini pertanyaan besar bagi Islam, tapi patut diapresiasi karena dia berani mengambil tantangan dan naik ke kelas welterweight,” ujar Hooker, melansir MMA Junkie, Jumat (24/10/2025).
“Dia benar-benar mendapatkan hormatku karena mampu naik ke kelas berat yang lebih tinggi dan bertarung melawan Jack Della. Ini sesuatu yang bahkan Khabib (Nurmagomedov) tidak pernah capai,” katanya.
Hooker menyinggung bahwa Khabib Nurmagomedov, sahabat sekaligus mentor Makhachev, memang tidak pernah mencoba naik ke kelas welter selama kariernya. Karena itu, langkah Makhachev untuk menantang JDM dianggap sebagai pencapaian yang lebih berani dan berisiko tinggi.
Baca Juga:
Estimasi Bayaran Islam Makhachev-Jack Della Maddalena di UFC 322
Sejak debut di UFC pada 2015, Islam Makhachev telah mencatat 27 kemenangan dan hanya 1 kekalahan. Ia menduduki takhta juara lightweight setelah menaklukkan Charles Oliveira, dan sukses mempertahankan sabuk juara dalam empat kesempatan beruntun sebelum memutuskan naik kelas.
Keputusan naik ke kelas welter membuat banyak pengamat penasaran, mampukah dominasi Makhachev berlanjut di level yang lebih berat?
Jack Della Maddalena sendiri dikenal sebagai petarung dengan gaya agresif dan kekuatan pukulan luar biasa. Duel keduanya di UFC 322 yang dijadwalkan berlangsung pada pertengahan November 2025 diprediksi akan menjadi pertarungan superfight yang menentukan arah baru karier Makhachev.
Meski diakui sebagai salah satu grappler terbaik di dunia, tantangan Makhachev di kelas welter bukan perkara mudah. Petarung-petarung di divisi tersebut memiliki postur lebih besar dan daya tahan fisik lebih kuat, termasuk sang juara JDM.
Namun bagi Dan Hooker, keberanian Makhachev untuk melangkah ke wilayah baru sudah layak mendapat apresiasi.
“Patut diapresiasi, tapi ini memang pertanyaan besar. Apakah Islam bisa mendominasi di kelas yang lebih besar? Itu yang menarik untuk kita lihat,” tutup Hooker.
(Budis)











