JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID – – Destinasi wisata favorit di Daerah Istimewa Yogyakarta, seperti Malioboro, Candi Prambanan, dan kawasan wisata pantai di Gunungkidul, kembali dipadati pengunjung selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 atau Nataru. Tingginya minat wisatawan sejalan dengan meningkatnya arus kendaraan yang memasuki wilayah Yogyakarta sepanjang pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025.
Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi Polda DIY pada periode 20 hingga 27 Desember 2025, tercatat sebanyak 938.275 unit kendaraan jalur darat masuk ke wilayah DIY. Jumlah tersebut lebih tinggi dibandingkan kendaraan yang keluar, yakni 859.740 unit. Kondisi ini menunjukkan Yogyakarta masih menjadi salah satu tujuan utama wisatawan selama libur Nataru.
Sebagai perbandingan, pada periode yang sama tahun 2024, data Smart Road Safety Policing Province DIY mencatat sebanyak 753.889 kendaraan masuk ke wilayah DIY.
Secara keseluruhan, jumlah wisatawan yang mengunjungi berbagai objek wisata di Yogyakarta selama sepekan pelaksanaan Operasi Lilin Progo 2025 mencapai 1.563.449 orang.
Tingginya mobilitas wisatawan juga tercermin dari sektor transportasi umum. Sebanyak 216.350 penumpang tercatat tiba di DIY melalui jalur darat dan udara. Stasiun Tugu Yogyakarta menjadi pintu masuk paling diminati, disusul Bandara Internasional Yogyakarta dan Stasiun Lempuyangan.
Menghadapi lonjakan arus kendaraan dan wisatawan tersebut, Polda DIY memastikan pengamanan dan pengaturan lalu lintas di kawasan wisata berjalan optimal guna menjaga kelancaran serta kenyamanan masyarakat dan wisatawan.
Sementara itu, dalam unggahan di akun Instagram Sekretariat Kabinet, Teddy menyampaikan bahwa Danantara telah memulai pembangunan 15.000 unit rumah yang dikerjakan oleh badan usaha milik negara. Dari jumlah tersebut, 500 unit pertama ditargetkan selesai dalam minggu ini.
Hunian tersebut dilengkapi fasilitas dasar berupa sanitasi air bersih, listrik, rumah ibadah, jaringan wifi, serta fasilitas pendukung bagi anak-anak.
Baca Juga:
10 Ribu Buruh Bakal Gugat UMP 2026 ke PTUN, Demo 10 Ribu Buruh!
Secara paralel, Badan Nasional Penanggulangan Bencana juga memulai pembangunan 4.500 unit hunian sementara yang tersebar di tiga provinsi terdampak bencana. Selain itu, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman turut membangun hunian tetap di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.
Sebanyak 2.500 unit hunian tahap pertama telah dibangun pada pekan lalu di atas lahan pemerintah yang merupakan aset BUMN. Selanjutnya, 2.500 unit tahap kedua direncanakan mulai dibangun pada awal pekan depan.
Pembangunan hunian sementara dan hunian tetap tersebut dilakukan dengan sejumlah ketentuan, antara lain tidak berada di kawasan rawan bencana, memiliki akses memadai ke jalan utama dan fasilitas umum, serta berlokasi relatif dekat dengan tempat tinggal dan aktivitas kerja warga terdampak.
Pemerintah pusat berharap pemerintah daerah dapat berperan aktif dalam penyediaan lokasi, penyiapan lahan, serta pengaturan perpindahan warga ke hunian sementara dan hunian tetap yang telah disiapkan.
(Dist)










