BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Jessica Pegula menulis babak baru dalam kariernya. Petenis Amerika Serikat itu sukses menghentikan laju 20 kemenangan beruntun Aryna Sabalenka di Wuhan dan memastikan tempat di final Wuhan Open 2025.
Dalam laga semifinal penuh drama yang berlangsung selama 2 jam 19 menit, Pegula bangkit dari ketertinggalan untuk menang 2-6, 6-4, 7-6(5) atas unggulan pertama dunia tersebut.
Kemenangan itu tidak hanya mengantarkan Pegula ke final, tetapi juga mengakhiri rekor pribadi buruknya melawan Sabalenka. Kini, ia memperkecil ketertinggalan menjadi 3-8 dalam head-to-head melawan petenis nomor satu dunia itu.
Pegula, unggulan keenam, dikenal sebagai salah satu petenis paling tangguh di laga panjang. Ia telah melakoni tujuh pertandingan tiga set berturut-turut di tur Asia musim hard-court, dan memenangkan enam di antaranya termasuk kemenangan monumental atas Sabalenka kali ini.
Setelah kalah di set pertama, Pegula menunjukkan ketenangan luar biasa. Dari posisi tertinggal 2-5 di set ketiga, ia merebut empat game beruntun hingga berbalik unggul 6-5.
Drama terjadi di game ke-12, yang berlangsung melelahkan dengan 12 deuce. Sabalenka berhasil menyelamatkan dua match point, namun Pegula tetap tenang di babak tiebreak dan menutup laga dengan pukulan forehand keras yang menjadi ciri khasnya.
Statistik menunjukkan betapa efektif Pegula di momen krusial. Ia mematahkan servis Sabalenka tujuh kali dari 12 peluang, termasuk tiga kali di set ketiga. Sebaliknya, Sabalenka hanya mengonversi delapan dari 17 break point yang ia ciptakan.
Baca Juga:
Rivalitas Aryna Sabalenka vs Elena Rybakina Berlanjut di Wuhan Open 2025
Pegula juga tampil lebih konsisten di servis kedua, memenangkan 56 persen poin, sementara Sabalenka hanya mampu meraih 23 persen, angka yang menjadi salah satu faktor kunci kekalahan petenis Belarus tersebut.
Bagi Pegula, kemenangan ini menjadi tonggak karier pribadi. Ia sebelumnya belum pernah mengalahkan petenis peringkat 10 besar setelah kalah di set pertama. Kali ini, ia membuktikan kematangan mental dan kemampuan adaptasi yang luar biasa di momen krusial.
Di final, Pegula akan menghadapi kompatriotnya, Cori “Coco” Gauff, yang lebih dulu menyingkirkan Daria Kasatkina di semifinal lainnya.
Pertemuan ini akan menjadi final keempat antara dua petenis AS dalam satu musim, rekor terbanyak sejak 2023.
Dalam rekor pertemuan, Pegula unggul 4-2 atas Gauff, namun sang juara French Open 2025 memenangkan duel terakhir mereka di WTA Finals 2024 di Riyadh.
Final Wuhan Open 2025 pun dipastikan menjadi ajang adu generasi antara dua petenis Amerika, Pegula sang pekerja keras penuh pengalaman, melawan Gauff sang juara muda penuh energi.
(Budis)









