BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Justin Gaethje akhirnya buka suara menanggapi spekulasi yang menyebut dirinya mengalami infeksi staphylococcus (staph) jelang pertarungan besar melawan Paddy Pimblett di UFC 324. Isu tersebut ramai dibicarakan penggemar dan memicu kekhawatiran soal kondisi fisik sang petarung.
Duel Gaethje kontra Pimblett dijadwalkan berlangsung pada 24 Januari di Las Vegas dan akan memperebutkan gelar interim kelas ringan UFC. Pertarungan ini menjadi salah satu laga paling dinanti, mengingat status Gaethje sebagai mantan penantang gelar dan popularitas Pimblett yang terus menanjak.
Rumor infeksi staph mencuat setelah penggemar melihat tanda-tanda mencurigakan di leher dan bibir Gaethje dalam sejumlah video persiapan yang diunggah ke YouTube. Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan, mengingat infeksi staph kerap menjadi momok di dunia MMA dan sering memaksa petarung mundur dari laga penting.
Namun, Gaethje dengan tegas membantah kabar tersebut. Melalui media sosial, petarung berjuluk “The Highlight” itu menepis rumor dengan nada sarkastik.
“Tanda di leher hanyalah rambut yang tumbuh ke dalam, bibir tidak berkaitan dengan infeksi apa pun,” tulisnya, dikutip Selasa (12/1/2026).
Dengan klarifikasi tersebut, Gaethje menegaskan bahwa dirinya dalam kondisi sehat dan tetap fokus penuh pada persiapan pertarungan.
Baca Juga:
Duel Balas Dendam Ankalaev vs Pereira di UFC 320
Infeksi staph sendiri dikenal berbahaya karena dapat menyebabkan luka menyakitkan pada kulit dan mudah menular melalui kontak fisik, sesuatu yang tak terpisahkan dari olahraga tarung. Dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah petarung UFC terpaksa membatalkan laga akibat masalah ini, termasuk Robert Whittaker pada 2018.
Bagi Gaethje, pertarungan melawan Pimblett memiliki makna krusial. Di usia 37 tahun, duel ini dipandang sebagai salah satu kesempatan terakhirnya untuk merebut sabuk juara UFC. Sebelumnya, ia dua kali gagal dalam perebutan gelar setelah kalah dari Khabib Nurmagomedov dan Charles Oliveira.
Dalam video latihan terbarunya, Gaethje terlihat memberi perhatian besar pada aspek grappling, menyadari keunggulan Pimblett dalam pertarungan bawah. Pelatih grappling-nya, Jorge Santiago, mengungkapkan bahwa fokus latihan diarahkan pada variasi teknik dan pemahaman posisi agar Gaethje siap menghadapi tekanan di atas matras.
Santiago menilai Gaethje telah memiliki fondasi yang kuat serta pemahaman konsep yang matang berkat latihan bertahun-tahun. Dengan persiapan intensif dan kondisi fisik yang diyakini prima, Gaethje bertekad membungkam keraguan publik dan membuktikan dirinya masih layak berada di puncak divisi ringan UFC.











