BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID – Perjalanan Amanda Anisimova menuju papan atas tenis dunia menjadi salah satu kisah kebangkitan paling menginspirasi di dunia olahraga tahun ini. Setelah sempat vakum sepanjang musim 2023 akibat kelelahan fisik dan mental, petenis asal Amerika Serikat itu kini kembali bersinar dan sukses menembus peringkat lima besar dunia.
Anisimova mencuri perhatian publik sejak usia 15 tahun lewat debut sensasionalnya di French Open 2019, di mana ia menembus semifinal dan menandai lahirnya bintang baru di dunia tenis putri. Namun, jalan menuju puncak tidak berjalan mulus. Cedera, tekanan mental, dan tuntutan besar sebagai petenis muda membuatnya kehilangan arah dan akhirnya memutuskan untuk mundur dari turnamen pada 2023.
Dalam wawancara dengan The Guardian, petenis berusia 24 tahun itu mengakui bahwa masa remajanya di dunia tenis penuh tekanan yang tidak mudah dihadapi.
“Ketika Anda tampil luar biasa di usia muda, akan ada banyak ekspektasi dan tekanan, sementara Anda belum sepenuhnya berkembang, baik secara emosional maupun mental,” ungkap Anisimova, dikutip Rabu (11/5/2025).
“Saya rasa para petenis muda saat ini lebih siap dalam mengelola tekanan itu dibandingkan saya dulu,” lanjutnya.
Baca Juga:
Amanda Anisimova Amankan Tiket Pertama WTA Finals Usai Lolos Semifinal China Open 2025
Runner-up US Open 2025 itu juga menilai bahwa dukungan dan bimbingan dari lingkungan sekitar berperan besar dalam menjaga keseimbangan karier seorang atlet muda.
“Lingkungan dan nasihat dari orang-orang terdekat sangat penting. Anda harus bisa mendengarkan diri sendiri dan berani menolak hal-hal yang tidak sesuai dengan kondisi Anda,” ucapnya.
“Saya dulu sering merasa harus terus mengatakan ‘ya’ dan melakukan segalanya, padahal itu justru bisa menyebabkan kelelahan. Sekarang saya belajar untuk menjaga batas dan memilih dengan bijak,” katanya.
Kembalinya Anisimova ke dunia tenis di awal musim 2024 dengan peringkat 373 dunia sempat diragukan banyak pihak. Namun, performa luar biasanya menjawab semua keraguan. Ia merebut gelar WTA 1000 pertamanya di Doha, lalu menembus final Wimbledon dan US Open 2025 secara beruntun, menandakan bahwa kebangkitan ini bukan kebetulan.
Kini, Anisimova menjadi simbol ketangguhan dan keseimbangan dalam dunia tenis modern, perpaduan antara talenta, pengalaman, dan kedewasaan emosional.
“Saya belum memenangkan Grand Slam, tapi saya tahu itu hanya soal waktu,” pungkasnya.
(Budis)











