BANDUNG, TEROPONGMEDIA.ID — Mahasiswi Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, Putri Mulia Hafiy Dzikrullah, menciptakan inovasi edukatif berupa maket 3D interaktif untuk mengenalkan proses pemanfaatan energi panas bumi kepada siswa sekolah dasar (SD) di Tasikmalaya, Jawa Barat.
Inovasi tersebut dikembangkan melalui kegiatan Geothermal Goes to School yang digelar di SDN Dirgahayu 1 Tasikmalaya, berkolaborasi dengan PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) Area Karaha.
Mahasiswi yang akrab disapa Fide ini tengah menjalani program magang konversi SKS di PGE Area Karaha. Ia mengatakan, ide tersebut lahir dari keinginannya meningkatkan literasi energi baru terbarukan (EBT) di kalangan pelajar.
“Saya ingin masyarakat, terutama generasi muda, memahami bagaimana energi panas bumi bekerja dan manfaatnya bagi lingkungan,” ujarnya, Senin (3/11/2025).
Fide menjelaskan, maket 3D buatannya menggambarkan proses perubahan energi panas bumi menjadi listrik. Dalam simulasi, air panas dari dalam bumi diubah menjadi uap, dialirkan ke separator, lalu menggerakkan mini turbin yang terhubung ke motor DC hingga mampu menyalakan lampu LED.
Ia juga menambahkan sensor pengukur kecepatan turbin (RPM) agar siswa dapat memahami hubungan antara energi panas yang dihasilkan dan energi listrik yang dibangkitkan. Inovasi ini mendapat dukungan dari pembimbing lapangan PGE Area Karaha, Muhammad Sabdian Harwanda, yang turut memfasilitasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
Kegiatan edukasi ini melibatkan siswa kelas 5 dan 6 SD yang diajak mengikuti simulasi langsung menggunakan maket buatan Fide. Suasana belajar berlangsung interaktif dan penuh antusiasme. Para siswa aktif bertanya tentang cara kerja energi panas bumi dan perannya bagi lingkungan.
Fide berharap, edukasi semacam ini bisa menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap potensi energi terbarukan di daerahnya.
Baca Juga:
Teh Kelor dan Tepung Jagung Sehat, Inovasi Mahasiswa Itera yang Siap Go Publik
Sampah Plastik Terdeteksi Otomatis, Inovasi Mahasiswa UNAIR Raih Best Presentation
“Mereka adalah penerus bangsa yang kelak dapat membawa inovasi untuk mengembangkan potensi energi panas bumi,” ujarnya.
Inovasi mahasiswa ITS ini tidak hanya menjadi bentuk penerapan ilmu di lapangan, tetapi juga kontribusi nyata terhadap masyarakat. Program ini mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) poin 4 tentang Pendidikan Berkualitas dan poin 7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau, sejalan dengan semangat ITS untuk advancing humanity.
(Vini Virdiyanti/Aak)











