JAKARTA, TEROPONGMEDIA.ID — Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda belakangan semakin sering diperbincangkan, bukan hanya di media sosial tetapi juga di lingkaran elite politik nasional.
Perbincangan kian panas setelah nama Sherly disebut-sebut masuk dalam daftar bakal calon wakil presiden (cawapres) 2029 versi lembaga survei nasional.
Isu ini membuat publik mulai menelisik lebih dalam siapa sebenarnya Sherly Tjoanda, termasuk sumber kekayaannya yang fantastis.
Dari Duka Politik ke Kursi Gubernur
Sherly Tjoanda adalah istri mendiang Benny Laos, calon Gubernur Maluku Utara yang meninggal dunia akibat kecelakaan perahu cepat pada 12 Oktober 2024. Peristiwa itu sempat mengguncang peta politik Malut.
Namun, alih-alih mundur, Sherly justru melangkah maju. Ia meneruskan perjuangan politik sang suami dan mencalonkan diri dalam Pilkada Maluku Utara 2024, hingga akhirnya terpilih sebagai gubernur wanita pertama di Maluku Utara.
Latar Pendidikan dan Jejak Profesional
Sherly Tjoanda merupakan perempuan keturunan Tionghoa yang memiliki latar pendidikan internasional. Ia meraih gelar sarjana International Business dari Universitas Petra Surabaya, serta menyandang double degree dari Inholland University, Belanda.
Kombinasi pendidikan, pengalaman bisnis, dan jaringan luas inilah yang disebut-sebut menjadi modal kuat Sherly dalam mengelola pemerintahan daerah dan menarik perhatian elite pusat.
Gubernur Wanita Terkaya di Indonesia
Sorotan publik terhadap Sherly semakin tajam setelah terungkap bahwa ia merupakan gubernur wanita dengan kekayaan terbesar di Indonesia.
Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) yang dirilis KPK, total kekayaan Sherly Tjoanda mencapai Rp709,76 miliar setelah dikurangi utang.
Angka tersebut menempatkannya di posisi teratas dibanding 33 gubernur lain di Indonesia.
Baca Juga:
SBY Tegaskan Hierarki Demokrat, AHY Disebut Satu-satunya “Matahari”
Golkar Tambah Kekuatan di DPR, Bias Layar Segera Gantikan Kursi Mukhtarudin
Sumber Kekayaan Sherly Tjoanda
Kekayaan Sherly didominasi oleh aset properti dan investasi finansial bernilai tinggi.
Tanah dan Bangunan: Rp201,13 Miliar
Aset properti Sherly tersebar di berbagai wilayah strategis, mulai dari Manado, Ambon, hingga Pulau Morotai.
Aset paling mencolok adalah bangunan di Pulau Morotai senilai Rp200 miliar, yang menjadi kontributor terbesar dalam pos properti.
Surat Berharga: Rp245,32 Miliar
Investasi dalam bentuk surat berharga menjadi tulang punggung kekayaan Sherly, menandakan kekuatan finansial jangka panjang.
Kas dan Setara Kas: Rp146,17 Miliar
Likuiditas tinggi ini memberi ruang manuver luas, baik dalam bisnis maupun aktivitas politik.
Alat Transportasi Mewah: Rp7,06 Miliar
Sherly tercatat memiliki Land Rover, Lexus, Toyota Alphard, Hummer Jeep, serta motor Kawasaki.
Harta Lainnya: Rp96,96 Miliar
Ditambah harta bergerak lain senilai Rp37,57 miliar.
Hutang: Rp24,47 Miliar
Total harta kotor Rp734 miliar, dikurangi utang, menghasilkan kekayaan bersih Rp709 miliar.
Dari Gubernur Daerah ke Radar Istana
Dengan kekuatan finansial, latar belakang pendidikan global, serta narasi kepemimpinan perempuan yang kuat, nama Sherly Tjoanda kini tidak lagi sekadar milik Maluku Utara.
Masuknya ia dalam radar cawapres 2029 menandai babak baru dalam perjalanan politiknya. Apakah Sherly benar-benar akan melangkah ke panggung nasional? Waktu yang akan menjawab, namun satu hal jelas: Sherly Tjoanda bukan figur biasa di peta politik Indonesia.











